# Masyarakat Sejarawan Indonesia Kepulauan Riau ## Posts - [Menggugat PP 26/2023 Dibukanya Izin Ekspor Pasir Laut](https://msikepri.or.id/2023/06/menggugat-pp-26-2023-dibukanya-izin-ekspor-pasir-laut/): Presiden Joko Widodo (Jokowi) jelang setahun masa jabatannya berakhir membuat kebijakan tidak populer dalam bidang pertambangan yang berdampak pada lingkungan. Setelah 20 tahun dilarang, kran ekspor pasir laut kembali dibuka. Jokowi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi Di Laut yang dikeluarkan 15 Mei 2023 lalu.   PP ini mencabut […] - [Orang Darat di Pulau Rempang, Tersisih Dampak Pembangunan Kota Batam](https://msikepri.or.id/2023/06/orang-darat-di-pulau-rempang-tersisih-dampak-pembangunan-kota-batam/): Orang Darat (Orang Benoea), salah satu komunitas adat yang ada di Provinsi Kepulauan Riau yang belum familiar bagi publik. Mereka adalah penduduk asli Kota Batam. Dalam catatan sumber Belanda, abad ke-19, Orang Darat sudah mendiami wilayah Pulau Batam dan Rempang. Masyarakat Melayu menyebut mereka dengan istilah Orang atau Suku Hutan karena dulunya tinggal di hutan […] - [Sejarah Pantai Todak Jadi Daerah Latihan Militer Angkatan Laut](https://msikepri.or.id/2023/06/sejarah-pantai-todak-jadi-daerah-latihan-militer-angkatan-laut/): Pantai Todak di Kecamatan Singkep sejak lama dikenal sebagai daerah pusat latihan militer Angkatan Laut.  Ini satu-satunya daerah latihan militer AL di Kepulauan Riau.  Penetapan Pantai Batu Berdaun menjadi tempat Latihan Amfibi TNI AL melaui proses panjang. Awalnya, daerah Latihan Amfibi TNI AL ini berada di Pasir Panjang, Pulau Bintan. Tapi, dikarenakan daerah tersebut akan […] - [Orang Laut dalam Pembelajaran Sejarah Lokal di Kepulauan Riau](https://msikepri.or.id/2023/06/orang-laut-dalam-pembelajaran-sejarah-lokal-di-kepulauan-riau/): Banyak sekali penyebutan nama untuk komunitas masyarakat adat yang mendiami pulau-pulau yang ada di Provinsi Kepulauan Riau ini. Paling umum disebut Orang Laut, ada juga yang menyebut Orang Mantang, Orang Sampan, Orang Barok, Orang Selat. Orang asing menyebut sea nomads atau gipsi. Jumlah Orang Laut di Kepri lumayan besar. Data Yayasan Kajang (2020), diprediksi jumlah […] - [Putra Lubukpuding, Karimun Jadi Profesor](https://msikepri.or.id/2023/06/520/): Kamis (8/7) pagi menjadi hari yang berbahagia bagi Abdul Malik dan keluarga. Di ruangan auditorium Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) yang megah, putra Lubukpuding, Kabupaten Karimun kelahiran 9 April 1958 dikukuhkan sebagai guru besar tetap bidang ilmu bahasa dan sastra Indonesia di FKIP UMRAH. Orasi ilmiah yang disampaikannya berjudul: Raja Ali Haji: Dengan Kalam […] - [Selamat dan Sukses untuk Prof Dr Abdul Malik M.Pd](https://msikepri.or.id/2023/06/517/) - [Serahkan Buku, MSI Kepri Bersembang ke STAIN SAR Kepri](https://msikepri.or.id/2023/06/serahkan-buku-msi-kepri-bersembang-ke-stain-sar-kepri/): Pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) cabang Kepri bersilaturahmi ke Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepri di Ceruk Ijuk, Bintan, Selasa (6/6) kemarin. Banyak isu yang dibahas dalam diskusi, termasuk rencana kerjasama buat seminar dan menulis buku. Kedatangan tim MSI Kepri disambut Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAIN SAR, Abdul […] - [Seni Menyulam di Kalangan Perempuan Melayu](https://msikepri.or.id/2023/05/seni-menyulam-di-kalangan-perempuan-melayu/): Oleh : Dr Anastasia Wiwik Swastiwi MA ( Ketua MSI Cabang Kepri) Ari Welianto dalam Kompas (2021) menyebutkan bahwa seni menyulam sudah dikenal sejak dulu. Di Indonesia, keterampilan ragam hias sulam diperkirakan sudah ada sejak abad ke- 18 M. Bahkan keterampilan tersebut mulai dikembangkan dalam bentuk tradisional pada abad ke-16 M. Saat itu, sulaman diperuntukan […] - [Membangkitkan Kembali Etos Kekesatriaan di Dunia Melayu, Sebuah Catatan untuk Buku Ian Dallas](https://msikepri.or.id/2023/05/membangkitkan-kembali-etos-kekesatriaan-di-dunia-melayu-sebuah-catatan-untuk-buku-ian-dallas/): Oleh : Rida K Liamsi (Anggota Kehormatan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kekesatriaan atau kewiraan dalam dunia Melayu adalah sikap hidup yang menjunjung tinggi azas kesetiaan, kehormatan, tolenransi, pengorbanan dan tanggung jawab. Sikap hidup ini menunjukkan: apa yang dikata, itulah yang dikota ( sesuai kata dengan perbuatan ) . Sikap Bertanggung jawab (pantang menjilat air ludah […] - [Lingga, Bunda Tanah Melayu dan Peran Sejarahnya](https://msikepri.or.id/2023/05/lingga-bunda-tanah-melayu-dan-peran-sejarahnya/): Oleh : Rida K Liamsi * Apa sesungguhnya hakekat Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu itu ? Menurut saya, setidaknya ada 5 dasar pemikiran yang dapat dipakai sebagai sandarannya. Yaitu , Lingga negeri yang beribu kan Laut , Gunung , Madah , Kisah dan Tuah. Secara filosofis bermakna : 1. Lingga Negeri Beribu kan Laut . […] - [Engku Puteri Raja Hamidah, Sosok dan Perjuangannya](https://msikepri.or.id/2023/05/engku-puteri-raja-hamidah-sosok-dan-perjuangannya/): oleh: Rida K Liamsi (Anggota Kehormatan MSI Pusat) 1. 6 Januari 2023, ketika melakukan ziarah makam ke pulau Penyengat dalam eangka ulang tahun Tanjungpinang ke 239, Walikota Tanjung Pinang, Hajjah Rahmah, mengungkapkan niat Pemko Tanjungpinang untuk mengusulkan Engku Puteri Raja Hamidah, sebagai calon pahlawan nasional Indonesia, dari Kepulauan Riau. Siapa Engku Puteri Raja Hamidah ?2. […] - [EMPAYAR JOHOR-RIAU: PENGASASAN, KELANGSUNGAN DAN PERPECAHAN](https://msikepri.or.id/2023/05/empayar-johor-riau-pengasasan-kelangsungan-dan-perpecahan/): oleh: Haji Kamdi bin Kamil ( Sejarawan Yayasan Warisan Johor) Pendahuluan Sejarah kewujudan kesultanan Empayar Johor-Riau bermula pada tahun 1528 iaitu kira-kira 480 tahun dahulu, tidak dapat dipisahkan dengan sungai Johor. Sungai Carang dan Sungai Daik. Walaupun pusat-pusat pemerintahan berkota Empayar Johor-Riau berubah dan berpindah dari satu masa ke semasa, namun di sepanjang Sungai Johor, Sungai Carang […] - [Setelah Johor Menjadi Padang Jalak, Padang Tekukur ……(Kesultanan Riau-Lingga, Johor, dan Pahang, Jejak Terakhir Kemaharajaan Melayu)](https://msikepri.or.id/2023/05/setelah-johor-menjadi-padang-jalak-padang-tekukur-kesultanan-riau-lingga-johor-dan-pahang-jejak-terakhir-kemaharajaan-melayu/): Sebuah catatan untuk menanggapi makalah atau kertas kerja Encik Kamdi Kamil dari Persatuan Sejarawan Malaysia Cawangan Johor. Oleh: Rida K Liamsi (Anggota Kehormatan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) “Ini negeri celaka, baik kita pindah ke Riau,“kata Raja Kecik alias Abdul Jalil Rahmat Syah, Sultan Johor ketika itu setelah dia berhasil merampas tahta Kerajaan Johor dari tangan […] - [Ekspedisi Gerhana Matahari Amherst ke Pulau Singkep 1901](https://msikepri.or.id/2023/05/ekspedisi-gerhana-matahari-amherst-ke-pulau-singkep-1901/): Peristiwa gerhana matahari di Pulau Singkep tahun 1901 menjadi bahan penelitian ahli astronomi Amerika Serika. Tim dari Amhers College, kampus di Amerika Serikat melakukan ekspedisi ke Pulau Singkep tahun 1901. Hasil penelitian yang dipimpin David Peck Todd dipublikasikan dalam Astrophysical Journal, Volume 14 yang terbit Desember 1901. Dalam jurnal ini Todd menulis hasil pemantauannya. Penelitian […] - [MEMAKNAI KEBANGKITAN NASIONAL DALAM KONTEKS KEKINIAN](https://msikepri.or.id/2023/05/memaknai-kebangkitan-nasional-dalam-konteks-kekinian/): Hari Kebangkitan Nasional terkait dengan Budi Utomo. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei diambil dari tanggal lahirnya organisasi Budi Utomo. Berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908 oleh Dr Sutomo dan para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) menandai Kebangkitan Nasional Indonesia. Sejak 1908 itulah, sejarah Indonesia memasuki babak baru yaitu […] - [Karya Karya Raja Ali Haji dan Memory of The World](https://msikepri.or.id/2023/05/karya-karya-raja-ali-haji-dan/): Memory of the world (MOW) adalah ingatan kolektif manusia berupa warisan dokumenter (dalam bentuk audio, visual, audio-visual, dan benda cetakan) yang secara sah dapat menjadi bukti kejadian penting dalam sejarah umat manusia. MOW memperlihatkan keunikan warisan budaya manusia dalam bentuk pemikiran/ penemuan baru dan segala bentuk peninggalan yang bermanfaat bagi peradaban. Unesco membentuk program MOW […] - [Hari Marwah, Undang Sejarawan dan Budayawan Malaysia](https://msikepri.or.id/2023/05/hari-marwah-undang-sejarawan-dan-budayawan-malaysia/): Sempena peringatan Hari Marwah Provinsi Kepulauan Riau ke 21, banyak kegiatan digelar. Yayasan Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepri (BP3KR) mengundang Sejarawan dan budayawan dari Malaysia. Rombongan dari Malaysia datang di Tanjungpinang, Ahad (14/5) kemarin. Hal menarik rombongan dari Malaysia itu dari Pelabuhan Telaga Punggur (Batam) langsung naik speedboat ke Pulau Penyengat. Rombongan dijamu makan siang […] - [Bahas Buku Penyengat dan Sungai Carang di SMA 4 Tanjungpinang](https://msikepri.or.id/2023/05/bahas-buku-penyengat-dan-sungai-carang-di-sma-4-tanjungpinang/): Program Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Kepulauan Riau goes to school kembali berlanjut. Sekolah yang didatangi, Selasa (9/5) kemarin adalah SMA 4 Tanjungpinang. Menariknya, tidak hanya mengenalkan tentang MSI Kepri dan pengetahuan sejarah lokal, dalam kegiatan ini dibahas dua buku. Ketua MSI Cabang Kepri, Dr Anastasia Wiwik Swastiwi MA membentangkan buku Sungai Carang dan Jejak […] - [Virus ASF dan Tantangan Masa Depan Ekspor Babi ke Singapura](https://msikepri.or.id/2023/05/virus-asf-dan-tantangan-masa-depan-ekspor-babi-ke-singapura/): Musibah besar menimpa sektor peternakan babi Indonesia. The Straits Time memberitakan, Singapura menghentikan impor babi hidup dari Pulau Bulan, Kota Batam terhitung tanggal 20 April 2023. Penyebabnya, the Singapore Food Agency (SFA) atau Badan Pengawas Makanan Singapura menemukan babi yang dikirim dari Pulau Bulan ke Jurong (Singapura) tanggal 19 April 2023 terjangkit virus African swine […] - [Mentalitas Aparat dalam Pemberantasan TPPO di Perbatasan](https://msikepri.or.id/2023/05/mentalitas-aparat-dalam-pemberantasan-tppo-di-perbatasan/): Daerah perbatasan seringkali dimanfaatkan oleh sebagian kelompok untuk memasukkan pekerja migran ilegal ke luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. Posisi geografis Batam, Provinsi Kepri jadi pilihan pintu pekerja migran Indonesia (PMI) tujuan Malaysia ketimbang daerah perbatasan lain. Hal ini karena wilayah Semenanjung Malaysia memiliki keberagaman peluang pekerjaan yang menjadi faktor penarik. Di samping itu, akses […] - [KORTE SCHETS VAN HET EILAND LINGGA](https://msikepri.or.id/2023/05/korte-schets-van-het-eiland-lingga/): SKETSA SINGKAT PULAU LINGGA DAN PENDUDUKNYA oleh: Christiaan van Angelbeck Saya akan memberikan sketsa singkat tentang kondisi Orang-Orang Melayu di Pulau Lingga berserta asal usul dan sejarahnya. Informasi saya kumpulkan selama saya tinggal di Kuala Daik tahun 1819. Ibukota kerajaan bernama Kwala Dai ( Kuala Daik) , terletak di sisi selatan rumah, sebelah barat tanjung […] - [MSI Kepri Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1444 H](https://msikepri.or.id/2023/04/msi-kepri-mengucapkan-selamat-idul-fitri-1444-h/) - [MSI Kepri Masuk Kampus FISIP UMRAH](https://msikepri.or.id/2023/04/msi-kepri-masuk-kampus-fisip-umrah/): Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) cabang Kepulauan Riau 2023 memiliki program masuk sekolah. Usai sosialisasi di SMA 1 Tanjungpinang dan SMA 3 Tanjungpinang bulan Februari dan Maret lalu, jajaran pengurus MSI Cabang Kepri sosialisasi di Kampus FISIP UMRAH, Rabu (5/4) kemarin.“Kebetulan bulan puasa, anak-anak setingkat SMA lebih susah kita kondisikan waktunya. Jadi kita sengaja alihkan ke […] - [Buku Biografi Raja Ali Marhum Pulau Bayan Ditulis](https://msikepri.or.id/2023/03/buku-biografi-raja-ali-marhum-pulau-bayan-ditulis/): Sebuah buku yang akan mengupas sepak terjang Raja Ali Marhum Pulau Bayan, Yang Dipertuan Muda Riau V ditulis tiga penulis muda. Sosok Raja Ali sangat menarik karena kisah perlawanannya terhadap Belanda dan kisah pengembaraannya ke sejumlah daerah saat perang dengan Belanda.“Sosok Raja Ali belum banyak ditulis orang. Merasa kehormatan bagi kami bisa menggarap buku ini,”kata […] - [MSI KEPRI Mendukung Engku Putri Raja Hamidah sebagai Pahlawan Nasional](https://msikepri.or.id/2023/03/msi-kepri-mendukung-engku-putri-raja-hamidah-sebagai-pahlawan-nasional/): oleh: Dr Anastasia Wiwik Swastiwi MA ( Ketua MSI Cabang Kepri) Pemerintah Kota Tanjungpinang mengusulkan salah satu nama tokoh Tanjungpinang sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Tokoh itu adalah Engku Putri Raja Hamidah. Pengusulan Engku Putri Raja Hamidah diajukan setelah deklarasi Wali Kota Tanjungpinang, bersama tokoh masyarakat Pulau Penyengat, sejarawan, dan budayawan, yang dilakukan di Pulau Penyengat, […] - [Resume Buku Lingga dan Jejak Sejarahnya](https://msikepri.or.id/2023/03/resumu-buku-lingga-dan-jejak-sejarahnya/): Tim Penulis : Dr. Anastasia Wiwik Swastiwi, M.A, M. Fadlillah, Dedi Arman, S.S, M.M, Nuzu Chairu Akbar, S.Pd. Editor Penyelaras: Rida K Liamsi. Penyelia : Prof Dr Susanto Zuhdi dan Dr. Mukhlis PaEni Setiap bangsa pasti akan menuliskan sejarahnya, sebagai perwujudan dari identitas diri yang sarat dengan berbagai dinamika dalam mendirikan maupun membangun bangsa yang […] - [Kepulauan Riau dan Jejak Sejarahnya](https://msikepri.or.id/2023/03/kepulauan-riau-dan-jejak-sejarahnya/): Sesuai dengan judulnya, buku ini memberikan pemahaman terkait sejarah Kepulauan Riau. Dalam hal ini, data sejarah yang terhimpun di dalam buku ini meliputi data semenjak Kepulauan Riau berada di bawah naungan Kerajaan-Kerajaan Melayu lama yang merdeka pada masa lalu, dilanjutkan dengan masa pemerintahan Kolonial Belanda dan Jepang, sampai kepada Kepulauan Riau berada di alam Indonesia […] - [Terbentuknya MSI Cabang Kepri dan Harapannya](https://msikepri.or.id/2023/03/terbentuknya-msi-cabang-kepri-dan-harapannya/): Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) adalah organisasi profesi sejarawan Indonesia yang didirikan di Yogyakarta pada 29 Agustus 1970. Sekitar lima puluh tahun kemudian terbentuk MSI cabang Kepulauan Riau. MSI bertujuan meningkatkan kemajuan ilmu sejarah dan apresiasi publik terhadap sejarah di Indonesia termasuk Sejarah Lokal Kepulauan Riau. Sejarah Lokal Kepulauan Riau merupakan sarana pembelajaran yang efektif bagi […] - [MSI Kepri Kenalkan Sejarah di SMA 3 Tanjungpinang](https://msikepri.or.id/2023/03/msi-kepri-kenalkan-sejarah-di-sma-3-tanjungpinang/): Program rutin Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Kepulauan Riau masuk sekolah kembali digelar, Kamis (2/2) di SMA 3 Tanjungpinang. Dalam kegiatan ini, Ketua MSI Cabang Kepri, Dr Anastasia Wiwik Swastiwi menyerahkan satu buah buku berjudul Sumatra Silang Budaya yang diterima Kepsek SMA 3 Tanjungpinang, Sri Haryati. Ketua MSI dihadapan para pelajar dan guru memperkenalkan MSI […] - [MSI Kepri Himbau Pakai Foto Resmi Tiga Pahlawan Nasional](https://msikepri.or.id/2023/02/msi-kepri-himbau-pakai-foto-resmi-tiga-pahlawan-nasional/): Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Kepulauan Riau menghimbau instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, media massa dan siapa saja agar menggunakan foto resmi tiga pahlawan nasional dari Provinsi Kepri, yakni Raja Haji Fisabilillah, Raja Ali Haji dan Sultan Mahmud Riayat Syah. Hal ini untuk menghindari kesalahan fatal, seperti halnya penggunaan foto Raja Ali Haji yang banyak beredar […] - [Era Baru Kepengurusan MSI Cabang Kepulauan Riau](https://msikepri.or.id/2023/02/era-baru-kepengurusan-msi-cabang-kepulauan-riau/) - [Smokkel Candu di Kepulauan Riau Tahun 1930-an](https://msikepri.or.id/2023/02/smokkel-candu-di-kepulauan-riau-tahun-1930-an/): Dedi Arman Perdagangan Candu Perdagangan candu di Hindia Belanda, termasuk diwilayah Keresidenan Riau dilegalkan pemerintah Hindia Belanda pada akhir abad XIX hingga awal abad XX. Keberadaan perdagangan candu diwilayah Kepulauan Riau sudah lama terjadi. Kasus menarik yang banyak ditemukan dalam sejumlah tulisan adalah Perang Riau yang dipimpin Yang Dipertuan Muda Riau (YDM) IV,  Raja Haji […] - [MSI Kepri Kenalkan Sejarah Lokal ke Pelajar SMAN 1 Tanjungpinang](https://msikepri.or.id/2023/02/msi-kepri-kenalkan-sejarah-lokal-ke-pelajar-sman-1-tanjungpinang/): TANJUNGPINANG – Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) cabang Kepri berkunjung ke SMAN 1 Tanjungpinang, kenalkan sejarah lokal Kepri kepada para guru dan pelajar. Rombongan MSI dipimpin langsung Penasehat MSI Kepri Rida K Liamsi, Ketua Anastasia Wiwik Swastiwi, serta jajaran pengurus Dedi Arman, Maryanto, Farida dan Syahrial D Saputra. Dalam sambutannya, Ketua MSI Cabang Kepri, Anastasia Wiwik Swastiwi […] - [BPK Wilayah IV akan Fasilitasi Asesmen Bidang Sejarah di Tanjungpinang](https://msikepri.or.id/2023/02/bpk-wilayah-iv-akan-fasilitasi-asesmen-bidang-sejarah-di-tanjungpinang/): Selang sehari setelah bersilaturahmi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau, pada hari Jumat (3/2) giliran Jumhari bersilaturahmi dengan pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kepulauan Riau. Melalui Surat Keputusan Nomor: SK-03/PPMSI/VIII/2022 yang ditandatangani Prof. Dr. Agus Mulyana, M.Hum sebagai Ketua Umum MSI menetapkan Anastasia Wiwik Swastiwi sebagai nakhoda MSI Provinsi Kepulauan Riau Masa Bakti 2022-2027. Wiwik, […] - [Pelantikan Pengurus MSI Kepri Masa Khidmat 2022-2027](https://msikepri.or.id/2022/09/pelantikan-kepengurusan-masyarakat-sejarawan-indonesia-msi-cabang-kepulauan-riau-masa-khidmat-2022-2027/): Masyarakat Sejarawan Indonesia disingkat (MSI) adalah organisasi profesi sejarawan Indonesia yang bertujuan meningkatkan kemajuan ilmu sejarah dan apresiasi publik terhadap sejarah di Indonesia. Berdasarkan Surat keputusan Ketua Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia Nomor : SK -03/PPMSI/VIII/2022, tentang Susunan Pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Kepulauan Riau. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 Agustus 2022. Dr. Agus Mulyana, M.Hum,  selaku Ketua […] - [Negeri Selat yang Melarat](https://msikepri.or.id/2026/08/negeri-selat-yang-melarat/): Pernyataan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, baru-baru ini kembali menyoroti posisi strategis Singapura dalam percaturan geopolitik global, khususnya ketika ia menyinggung pentingnya Selat Hormuz dan mengaitkannya dengan Selat Malaka. Singapura menegaskan penolakannya terhadap negosiasi jalur aman di Selat Hormuz, dengan alasan bahwa hak lintas maritim adalah prinsip universal yang tidak dapat dinegosiasikan. Dalam argumen itu, Singapura secara implisit menempatkan Selat Malaka dan Selat Singapura sebagai simpul vital perdagangan serta energi dunia yang menopang stabilitas ekonomi global. Pernyataan tersebut memantik respons dari Malaysia. Politisi Nurul Izzah Anwar, putri Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, menilai Singapura tidak semestinya membawa nama Selat Malaka […] - [Pulau Rempang, Kamp Interniran Tentara Jepang Pasca Perang Dunia II](https://msikepri.or.id/2026/08/pulau-rempang-kamp-interniran-tentara-jepang-pasca-perang-dunia-ii/): Pulau Rempang selama ini dikenal sebagai salah satu pulau di Kota Batam yang kerap menjadi perhatian karena berbagai isu pembangunan. Namun delapan puluh tahun lalu, Pulau Rempang memiliki sejarah yang jauh berbeda. Seusai Jepang menyerah kepada Sekutu pada Agustus 1945, pulau ini dijadikan kamp interniran bagi ribuan tentara Jepang sebelum dipulangkan ke negaranya. Sejarah ini nyaris terlupakan dalam historiografi Indonesia, meskipun jejaknya tersimpan dalam arsip militer Inggris, surat kabar Singapura, dan kesaksian para mantan interniran Jepang. Berakhirnya Perang Dunia II ternyata tidak langsung mengakhiri persoalan di kawasan Asia Tenggara. Sekutu menghadapi pekerjaan besar, yaitu mengurus puluhan ribu tentara Jepang yang tersebar […] - [Belajar dari PRRI Permesta: Membaca Ulang Relasi Pusat-Daerah](https://msikepri.or.id/2026/05/belajar-dari-prri-permesta-membaca-ulang-relasi-pusat-daerah/): Tahun 1950-an terjadi pergolakan disejumlah daerah di Indonesia. Diawali Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang diproklamirkan di Padang, Sumatra Barat, 15 Februari 1958.  Kahin (1999) menilai PRRI bagian dinamika panjang integrasi politik Sumbar ke dalam negara Indonesia, yang ditandai ketegangan antara kepentingan daerah dan struktur negara yang sentralisasi. Sementara. Permesta muncul sebagai respon politik masyarakat Minahasa terhadap ketimpangan ekonomi dan politik. Gerakan ini lebih tepat dipahami sebagai tuntutan koreksi terhadap kebijakan pemerintah pusat, daripada gerakan separatis. (Walangare, dkk, 2025). Menurut Gusti Asnan (2007), kondisi negara pasca pemilu 1955 tidak baik-baik saja. Hubungan pemerintah pusat dengan daerah tidak memperlihatkan kemajuan. Desentralisasi pemerintahan […] - [Pengelolaan Perbatasan di Kawasan ASEAN: Antara Kedaulatan, Sejarah, dan Realitas Sosial](https://msikepri.or.id/2026/04/pengelolaan-perbatasan-di-kawasan-asean-antara-kedaulatan-sejarah-dan-realitas-sosial/): Perbatasan negara di kawasan Asia Tenggara bukan sekadar garis pemisah teritorial, melainkan ruang kompleks yang mencerminkan hubungan politik, sosial, dan ekonomi antarnegara. Dalam kajian akademik, istilah perbatasan mencakup dua pengertian utama, yaitu boundary sebagai garis demarkasi yang tegas dan frontier sebagai zona interaksi yang lebih cair (Tangkilisan, 2013). Perbedaan ini menunjukkan bahwa perbatasan tidak hanya bersifat geografis, tetapi juga sosial dan kultural. Dalam praktiknya, karakter perbatasan sangat ditentukan oleh hubungan antarnegara. Perbatasan yang “keras”, ditandai dengan militerisasi dan kontrol ketat, biasanya mencerminkan adanya ketegangan politik. Sebaliknya, perbatasan yang “lunak” menunjukkan tingkat kerja sama dan kepercayaan yang tinggi antarnegara (Ullah & Kumpoh, […] - [Tionghoa di Kepri: dari Kuli Kebun hingga Pemimpin Negeri](https://msikepri.or.id/2026/03/tionghoa-di-kepri-dari-kuli-kebun-hingga-pemimpin-negeri/): Secara demografis, jumlah orang Tionghoa di Provinsi Kepulauan Riau sekitar 7,70 persen dari dari total populasi sekitar 2.118.239 jiwa. Meski dari persentase tidak dominan, namun jangan ragukan kiprah Tionghoa di Kepri. Tidak hanya di bidang ekonomi, sejak tahun 2004 kiprah mereka di bidang politik makin diperhitungkan. Hasil pemilu pilkada 2024, tiga kepala daerah dari tujuh kabupaten/kota di Kepri berasal dari etnik Tionghoa, yakni Bupati Natuna Cen Siu Lan, Bupati Kepulauan Anambas, Aneng dan Wakil Wali kota Batam, Li Claudia Candra. Tidak hanya di eksekutif, orang Tionghoa juga berkiprah di legislatif. Dalam pemlu 2024, di semua kabupaten/kota di Kepri dan juga DPRD […] - [Dari Bukit Siguntang ke Republik: Merancang Pusat Khazanah Arsip Melayu di Riau](https://msikepri.or.id/2026/03/dari-bukit-siguntang-ke-republik-merancang-pusat-khazanah-arsip-melayu-di-riau/): Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) akan membangun Pusat Layanan Khazanah Kearsipan Melayu Nusantara (PKAN) di Riau. Pembangunan gedung beserta sarana prasarana pendukung, serta interior dan diorama di dalamnya anggarannya Rp60-an miliar. Proyek telah memasuki tahap finalisasi desain teknis dengan dukungan anggaran tahun 2026 melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pemilihan Riau sebagai lokasi pembangunan PKAN ini pertimbangannya adalah Riau salahsatu pusat peradaban Melayu nusantara. Selain itu, juga dukungan Pemprov Riau berupa hibah lahan seluas 8.125 M². Tahun 2024 ditetapkan grand desain Riau sebagai pilot project pusat arsip tematis. Tidak hanya aspek pembangunan gedung, ANRI sangat fokus dalam menyiapkan perencanaan konten diorama […] - [Raja Ali Kelana dan Sikap Politiknya](https://msikepri.or.id/2026/03/raja-ali-kelana-dan-sikap-politiknya/): oleh: Prof Dr Abdul Malik M.Pd (Guru Besar Universitas Maritim Raja Ali Haji) RAJA Ali Kelana adalah tokoh Kesultanan Riau-Lingga yang sangat berwibawa, sekaligus sangat dihormati dan disegani. Bagi pihak lawan seperti Pemerintah Kolonial Belanda, beliau menjadi tokoh yang setiap gerak-gerik dan tindakannya selalu diawasi, diwaspadai, bahkan dicurigai. Beliau Bersama beberapa tokoh lain menyebabkan Pemerintah Kolonial Belanda tak dapat berbuat sesuka hati mereka di Kesultanan Riau-Lingga. Temukan lebih banyak Buku tentang politik Indonesia Tur wisata Kepulauan Riau Tiket acara budaya Siapakah Raja Ali Kelana? Nama kecilnya Ali. Nama Ali ini kebetulan sangat banyak digunakan oleh orang Melayu. Tak terlalu salah kalau disebutkan […] - [Rombongan Pertubuhan Peradaban Melayu Kelantan Lawatan ke Bintan](https://msikepri.or.id/2026/02/rombongan-pertubuhan-peradaban-melayu-melayu-kelantan-lawatan-ke-bintan/): Rombongan Pertubuhan Peradaban Melayu Malaysia Kelantan (PERADABAN) melakukan lawatan ke Tanjungpinang dan Bintan, 15-18 Februari 2026. Dalam lawatan ini, para penulis Kelantan ini berkunjung ke Pulau Penyengat, kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan menggelar bincang budaya dengan budayawan Kepri. Ketua rombongan, Azis bin Deraman mengatakan, rombongan berjumlah 52 orang dan mereka senang sekali napak tilas ke Kepulauan Riau, bunda tanah Melayu. Ia menjelaskan, PERADABAN adalah organisasi kebudayaan dan persuratan di Kelantan, Malaysia, yang aktif mempromosikan bahasa, sastera, dan warisan Melayu. Berpusat di Kota Bharu, pertubuhan ini sering mengadakan seminar, lawatan sejarah, dan kegiatan intelek untuk melelestarikan budaya Melayu. Kedatangan […] - [Anugerah Jembia Emas untuk Juramadi Esram](https://msikepri.or.id/2026/01/anugerah-jembia-emas-untuk-juramadi-esram/): Juramadi Esram (60) pensiun sebagai aparatur sipil negara (ASN) setelah mengabdi lebih dari 34 tahun. Jabatan terakhirnya adalah Kadis Kebudayaan Provinsi Kepri yang diembannya sekitar empat tahun. Kiprahnya dalam dunia kebudayaan Kepulauan Riau mendapat apresiasi. Anugerah Jembia Emas diberikan Yayasan Jembia Emas dalam acara malam berkalung budi di Kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri di Tanjungpinang, Jumat (19/1) malam. Ketua Dewan Pembina Yayasan Jembia Emas, Rida K Liamsi mengatakan, Juramadi Esram memiliki kontribusi yang besar dalam bidang sejarah dan kebudayaan Kepri. “Sudah delapan tahun kami menggelar Festival Sastra Gunung Bintan, Pak Esram selalu memberikan dukungan yang luar biasa. Kita juga sudah […] - ['Hang Tuah' hingga Raja Ahmad: Sejarah Orang Melayu Naik Haji](https://msikepri.or.id/2026/01/hang-tuah-hingga-raja-ahmad-sejarah-orang-melayu-naik-haji/): Naik haji sejak masa silam selalu menjadi kisah yang memikat, bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga cerita tentang tekad, pengorbanan, dan harapan. Di kepulauan Nusantara, rihlah suci ini melahirkan beragam narasi: ada yang bercampur mitos, lahir dari legenda, hingga kisah nyata yang diwariskan secara lisan maupun ditulis dengan gaya yang menawan. Jejak haji orang Melayu pun bukan hanya catatan perjalanan menuju Tanah Suci, melainkan cermin pertemuan iman, budaya, dan sejarah yang membentuk identitas bersama.(Darmadi, 2018).Islam masuk ke nusantara pada abad ke-13, namun catatan ibadah haji baru dikenal masyarakat luas amat belakangan. Pada zaman VOC abad 17-18, ada catatan bangsawan dan ulama […] - [Ketika Alam Berbicara: Membaca Ulang Sejarah Bencana di Sumatera Barat](https://msikepri.or.id/2026/01/ketika-alam-berbicara-membaca-ulang-sejarah-bencana-di-sumatera-barat/): umatera Barat adalah tanah yang penuh anugerah, dari gunung yang hijau, sungai dan danau yang indah hingga tradisi yang hidup dalam pepatah-pepatah lama. Sejak masa kolonial Belanda, Ranah Minang telah menjadi salah satu destinasi penting di Sumatera karena keindahan alam dan kekayaan budayanya. Namun, di balik panorama yang memesona itu, Sumatera Barat menyimpan sisi lain sebagai salah satu daerah rawan bencana di Indonesia. Posisinya yang bersisian langsung dengan zona subduksi Lempeng Indo-Australia dan Eurasia, keberadaan Sesar Sumatera (Sesar Semangko), serta deretan gunung api aktif seperti Marapi, Singgalang, dan Talang menjadikan Sumbar salah satu wilayah dengan sejarah bencana paling panjang di nusantara. […] - [Hari Sejarah, Buku SNI, dan Pelajaran Sejarah](https://msikepri.or.id/2026/01/hari-sejarah-buku-sni-dan-pelajaran-sejarah/): Penetapan 14 Desember sebagai hari sejarah patut dibaca sebagai sinyal penting negara dalam menegaskan kembali posisi sejarah di tengah kehidupan berbangsa. Di era disrupsi digital, derasnya arus informasi, dan maraknya penyederhanaan narasi masa lalu, sejarah kerap tereduksi menjadi slogan, bahkan dipelintir menjadi alat pembenaran politik. Kebijakan ini seharusnya tidak berhenti sebagai peringatan simbolik, melainkan menjadi momentum reflektif untuk menata ulang relasi antara sejarah, kebijakan kebudayaan, dan pendidikan nasional. Penetapan hari sejarah dimaksudkan untuk memperkuat identitas nasional dan menjaga memori kolektif bangsa. Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan rujukan penting untuk memahami perjalanan Indonesia sebagai bangsa. Penetapan 14 Desember sebagai Hari […] - [Esai Hasan Junus yang Melampaui Zaman](https://msikepri.or.id/2026/01/esai-hasan-junus-yang-melampaui-zaman/): Nama Hasan Junus (1941–2012) menempati posisi istimewa dalam khazanah intelektual Kepulauan Riau. Hasan Junus (HJ) tipe manusia kompleks. Dapat dibaca sebagai sejarawan, antropolog, budayawan, sekaligus sastrawan. Sosoknya tidak pernah mengurung dirinya dalam sekat-sekat disiplin ilmu yang kaku. Ia menulis sejarah dengan cara yang berbeda: ringan, reflektif, dan sarat rasa. Sejarah baginya bukan sekadar paparan fakta dan tanggal, melainkan ruang permenungan tentang manusia, kebudayaan, dan makna hidup. HJ sendiri pernah menyebut bahwa esai-esai sejarah yang ditulisnya bukanlah sejarah dengan syarat ilmiah yang ketat sebagaimana lazimnya karya akademik, lengkap dengan rujukan kaki dan metodologi formal. Esai-esainya lebih merupakan “makanan hati” daripada “makanan pikiran”. […] - [Riau dalam Pusaran Malaise Ekonomi Tahun 1930-an](https://msikepri.or.id/2025/11/riau-dalam-pusaran-malaise-ekonomi-tahun-1930-an/): Pernahkah anda mendengar zaman malaise atau ada juga yang menyebut zaman meleset. Semua ini terkait kondisi perekonomian dunia yang dirasakan dampaknya secara luas, termasuk ke Hindia Belanda. Malaise dikenal sebagai depresi ekonomi yang meluas pada tahun 1930-an dalam tempo yang lebih lama dan dampak yang lebih hebat dari krisis sebelumnya. Konsep resesi dan depresi memiliki perbedaan, dimana resesi berlangsung lebih pendek dari depresi. [1] Pada dekade 1930-an, badai depresi ekonomi dunia tidak hanya menghantam negara-negara besar di Eropa dan Amerika, tetapi juga mengguncang tanah jajahan Hindia Belanda. Krisis yang berawal dari anjloknya harga komoditas di pasar internasional menjalar hingga ke pelosok-pelosok […] - [Dari Belitung ke Lingga, Yusril Bergelar Datok Seri Indra Nara Wangsa](https://msikepri.or.id/2025/11/dari-belitung-ke-lingga-yusril-bergelar-datok-seri-indra-nara-wangsa/): Yusril Ihza Mahendra (69) adalah sosok yang komplit. Ia bukan sekadar politisi, tapi juga akademisi tata negara bergelar profesor, advokat, sekaligus cendekiawan Islam yang disegani lintas generasi. Sejak masa Orde Baru hingga kini, kariernya seolah tak pernah padam. Hanya pada masa Presiden Joko Widodo (2014–2024) ia absen dari kabinet. Kini, di era pemerintahan Prabowo Subianto, Yusril kembali ke jajaran pemerintahan sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan. Namun Yusril bukan hanya milik nasional. Ia juga menjadi simbol kebanggaan orang Melayu di pentas politik Indonesia. Tak banyak tokoh Melayu yang berhasil menapaki karier panjang dan stabil seperti dirinya. […] - ['Raja Kecil' di Jalan Raya](https://msikepri.or.id/2025/10/raja-kecil-di-jalan-raya/): Aksi razia plat kenderaan oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dan Gubernur Riau, Abdul Wahid, dengan dalih peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menimbulkan perdebatan publik. Praktik ini bukan sekadar soal administrasi pemerintahan dan pajak, melainkan juga merefleksikan jejak panjang sejarah kekuasaan lokal di nusantara. Gaya koboi gubernur dan perangkatnya menyetop dan mengintrogasi supir di jalan raya mengingatkan pada tradisi lama, ketika penguasa lokal tampil sebagai raja kecil yang memungut pajak dengan menunjukkan kuasa. Fenomena di Sumut dan Riau seolah mencerminkan pola berulang saat penguasa menunjukkan kuasa mengendalikan titik vital mobilitas ekonomi. Jika di masa lalu pelabuhan, hasil bumi, opium, dan pasar […] - [Pahlawan dari Natuna: Kisah Lima Warga Sedanau di Istana Negara](https://msikepri.or.id/2025/09/pahlawan-dari-natuna-kisah-lima-warga-sedanau-di-istana-negara/): Pada 11 April 1955, sebuah tragedi udara mengguncang kawasan Asia. Pesawat Kashmir Princess, milik Air India yang disewa pemerintah Tiongkok, terbakar di udara akibat bom dan jatuh di perairan Bunguran Barat, Natuna. Pesawat itu membawa delegasi Tiongkok dan wartawan asing yang hendak menghadiri Konferensi Asia-Afrika di Bandung. Dari 19 orang di dalamnya, hanya tiga yang berhasil selamat setelah berenang berjam-jam hingga mencapai sebuah pulau tak berpenghuni. Di tengah peristiwa tragis itu, lima warga asal Sedanau, Natuna, tampil sebagai penyelamat. Mereka adalah Wan Saban, Said Hamzah, Wan Muchtasar, Tajun, dan M. Musa. Berkat keberanian dan keikhlasan mereka menolong para korban, nama Natuna […] - [Paradoks Kemanusiaan di Pulau Rempang–Galang](https://msikepri.or.id/2025/09/paradoks-kemanusiaan-di-pulau-rempang-galang/): Pulau Galang di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau kembali menjadi sorotan internasional setelah pemerintah Indonesia berencana menampung dua ribu pengungsi Gaza. Namun, hanya selemparan batu dari sana, Pulau Rempang tengah menghadapi ancaman penggusuran warganya demi ambisi pembangunan. Dua pulau ini menjadi cermin paradoks kemanusiaan Indonesia: lapang hati untuk dunia, namun sempit untuk rakyat sendiri. Wajah Humanisme di Galang Kali ketiga Pulau Galang menjadi panggung aksi kemanusiaan berskala internasional. Pada 1979–1996, pulau ini menampung sekitar 250 ribu pengungsi Vietnam korban perang saudara. Saat pandemi Covid-19, bekas kamp pengungsi diubah menjadi Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) yang menangani pasien dari berbagai daerah di […] - [Jihad Pena Melayu: Strategi Intelektual Melawan Penjajahan – Kajian Kes Rusydiah Club Riau-Lingga (1892–1911)](https://msikepri.or.id/2025/09/jihad-pena-melayu-strategi-intelektual-melawan-penjajahan-kajian-kes-rusydiah-club-riau-lingga-1892-1911/): Prof. Dr. Haji R.A. Huzaifah Hashim (Kolej Antarabangsa DMDI University of Geomatika) Pada abad ke-19, Kesultanan Riau-Lingga menghadapi tekanan besar akibat kolonialisme Belanda. Perjanjian Inggris-Belanda tahun 1824 memisahkan Johor dan Riau-Lingga, menjadikan Pulau Penyengat sebagai pusat budaya dan agama Melayu. Dalam situasi penuh ancaman ini, Sultan Abdul Rahman II Muazzam Shah bersama para intelektual istana mencari strategi halus untuk melawan penjajahan. Tahun 1892 lahirlah Rusydiah Club di Pulau Penyengat, sebuah organisasi modern yang berfungsi sebagai wadah intelektual dan pusat kebudayaan. Klub ini dinaungi langsung oleh Sultan Abdul Rahman II, dengan tokoh-tokoh utama seperti Raja Ali Kelana, Raja Khalid Hitam, dan Abu […] - [Rushdiah Club: Katalis Reformasi di Riau dan Kepulauan Melayu](https://msikepri.or.id/2025/09/rushdiah-club-katalis-reformasi-di-riau-dan-kepulauan-melayu/): Oleh: Wiwin Oktasari, Lc., MHSc Pada akhir abad ke-19, Riau—khususnya Pulau Penyengat—menjadi pusat kebangkitan intelektual Melayu. Di tengah perubahan sosial-politik akibat kolonialisme Belanda, lahir sebuah perkumpulan bernama Rushdiah Club sekitar tahun 1890. Organisasi ini menjadi katalis reformasi yang menggabungkan literasi, pendidikan, agama, dan budaya sebagai sarana perlawanan intelektual terhadap dominasi kolonial. Rushdiah Club menghimpun penulis dan cendekiawan terkemuka, termasuk Sayyid Shaykh al-Hādī. Awalnya berfokus pada pengembangan karya tulis, mereka kemudian memanfaatkan teknologi percetakan sebagai instrumen penting untuk menyebarkan gagasan. Melalui jaringan cetak inilah, ide-ide reformasi Islam dan kebudayaan Melayu diperbincangkan lebih luas, melampaui batas lokal Riau. Salah satu kontribusi terbesar Rushdiah […] - [Strategi Politik Budaya Rusydiah Klub: Tradisi dan Modernitas di Kesultanan Riau-Lingga](https://msikepri.or.id/2025/09/strategi-politik-budaya-rusydiah-klub-tradisi-dan-modernitas-di-kesultanan-riau-lingga/): oleh: Dr Mu’jizah (Peneliti Utama BRIN) Pada akhir abad ke-19, Pulau Penyengat di Kepulauan Riau menjadi pusat penting kegiatan intelektual dan kebudayaan Melayu. Di sinilah lahir sebuah organisasi bernama Rusydiah Klub, sebuah perkumpulan kaum cendekiawan yang berdiri sekitar tahun 1890. Perkumpulan ini lahir di tengah tekanan kolonial Belanda, namun justru tampil sebagai ruang kreatif yang mempertemukan tradisi Islam-Melayu dengan gagasan modern yang datang dari dunia Barat. Rusydiah Klub beranggotakan para bangsawan, ulama, dan penulis kreatif dari Kesultanan Riau-Lingga. Untuk menjadi anggota, seseorang diwajibkan memiliki karya tulis, baik berupa manuskrip, syair, hukum, maupun karya sastra. Hal ini menunjukkan bahwa klub tersebut adalah […] - [Rusydiah Club, Jihad Pena Melayu yang Menginspirasi](https://msikepri.or.id/2025/09/rusydiah-club-jihad-pena-melayu-yang-menginspirasi/): Tanjungpinang – Seminar Internasional bertajuk “Rusydiah Club: Perkumpulan Cendekiawan Melayu dan Inspirasinya” yang digelar MSI Kepri bersama Yayasan Majelis Amanah Warisan Bintan dan UMRAH, Senin (8/9) di Kampus Dompak memberikan pemahaman baru terkait organisasi yang membangkitkan semangat kebangsaan dari Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Rusydiah Club terbentuk tahun 1895 lebih duluan daripada organisasi Budi Utomo 1908 yang jadi dasar Hari Kebangkitan Nasional. Empat narasumber utama membedah kiprah Rusydiah Club sebagai pusat intelektual Melayu pada akhir abad ke-19. Prof. Dr. R.A. Huziafah Hashim menyoroti “jihad pena” melalui percetakan dan jaringan pan-Islam melawan kolonialisme. Dr. Mu’jizah (BRIN) mengupas strategi politik budaya yang memadukan tradisi […] - [Meninjau Kembali Perdirian Rusjdiyah (Club) Riouw P. Penjengat (1895-1913)/ Bagian 2](https://msikepri.or.id/2025/09/meninjau-kembali-perdirian-rusjdiyah-club-riouw-p-penjengat-1895-1913-bagian-2/): Oleh: Aswandi Syahri (Makalah Seminar Internasional Rusydiah Club Perkumpulan Cendekiawan Melayu danInspirasinya. Diselenggarakan oleh Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kepulauan Riau bekerjasamadengan Yayasan Amanah Warisan Bintan dan Universitas Maritim Raja Ali Haji di Gedung Satu GurindamUMRAH-Dompak, 8 September 2015) Pada bagian tengah stempel ini terdapat kaligrafi berbahasa Arab. Menurut hasilpembacaan Wan Shagir Abdullah, adalah berisikan kalimat sebagai berikut: Majmu’ alThullab al Ma’ruf bi Rusydiah Klab. Riau [tertemamas bebasnya: Kumpulanpelajar/mahasiswa yang dikaruniai dengan kebaikannya untuk Rusydiyah Klab Riau]. Nah,pada bagian bawah kaligrafi inilah terdapat angka tahun 1313 H yang bersamaan dengantahun 1895 M.Stempel bertarikh seperti lazim digunakan di Kerajaan Riau-Lingga. StempelSultan, Yang Dipertuan […] - [Meninjau Kembali Perdirian Rusjdiyah (Club) Riouw P. Penjengat (1895-1913)/ Bagian 1](https://msikepri.or.id/2025/09/meninjau-kembali-perdirian-rusjdiyah-club-riouw-p-penjengat-1895-1913-bagian-1/): oleh: Aswandi Syahri (Makalah disampaikan dalam Seminar Seminar Internasional Rusydiah Club Perkumpulan Cendekiawan Melayu dan Inspirasinya. Diselenggarakan oleh Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kepulauan Riau bekerjasama dengan Yayasan Amanah Warisan Bintan dan Universitas Maritim Raja Ali Haji di Gedung Satu GurindamUMRAH-Dompak, 8 September 2015 PendahuluanSejauh yang dapat telusuri, nama Rusjdiyah (Club) [selanjutnya disingkat RC], untuk pertamakalinya diperkenalkan oleh sejarawan William R. Roff dalam bukunya yang sangat terkenal, The Origin of Malay Nationalism, pada tahun 1967. Namun demikian, harus diakui, bahwa sesungguhnya nama dan sejarah perkumpulan cendekiawan Kerajaan Riau-Lingga ini semakin mengemuka di kalangan akademis sejak diperkenalkan oleh Muchtar Lutfi dan kawan-kawan melalui […] - [Rumah Pejabat sebagai Simbol Amarah, Belajar dari Kasus Afrika](https://msikepri.or.id/2025/09/rumah-pejabat-sebagai-simbol-amarah-belajar-dari-kasus-afrika/): Fenomena penjarahan rumah pejabat bukanlah sesuatu yang lahir dalam ruang hampa. Ketika rakyat marah, rumah pejabat bisa berubah menjadi simbol ketidakadilan. Ia bukan lagi sekadar bangunan tempat tinggal, melainkan lambang kekuasaan, kemewahan, dan jarak antara elite dengan rakyat. Dalam banyak catatan sejarah, tindakan itu justru hadir sebagai ekspresi politik rakyat terhadap simbol kekuasaan yang dianggap menindas.  Fenomena ini bukan hal baru dalam sejarah. Di sejumlah negara Afrika, rumah pejabat sering dijarah dalam momen krisis politik. Kini, pemandangan serupa hadir di Indonesia ketika rumah beberapa pejabat diserang massa yang marah akhir Agustus 2025. Apakah ini tanda revolusi? Ataukah sekadar luapan emosi sesaat? […] - [Pengurus DHD 45 Kepri Bersilaturahmi dengan MSI Kepulauan Riau](https://msikepri.or.id/2025/09/pengurus-dhd-45-kepri-bersilaturahmi-dengan-msi-kepulauan-riau/): Tanjungpinang — Pengurus Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersilaturahmi dengan pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Kepulauan Riau, Kamis (4/9) di Kedai Kopi Sekanak, Tanjungpinang. Pertemuan berlangsung hangat dalam suasana kekeluargaan. Dari pihak MSI Kepri, hadir Penasehat MSI Kepri, Rida K Liamsi; Ketua MSI Kepri, Anastasia Wiwik Swastiwi; serta pengurus lainnya, Atmadinata dan Dedi Arman. Sementara itu, dari DHD 45 Kepri hadir lengkap, mulai dari Ketua, Sekretaris, hingga jajaran pengurus lainnya. Ketua DHD 45 Kepri, Kolonel Laut (Purn) Sjamsumar Hadianto, menyampaikan bahwa keberadaan DHD memang masih belum banyak dikenal masyarakat luas. Padahal, organisasi ini […] - [Merawat Ingatan Kolektif, Disbudpar Gelar FGD Penulisan Buku Sejarah Tanjungpinang](https://msikepri.or.id/2025/08/merawat-ingatan-kolektif-disbudpar-gelar-fgd-penulisan-buku-sejarah-tanjungpinang/): Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang menggelar Focus Group Discussion (FGD) buku Tanjungpinang dan Sejarahnya, Dari Sarang Meriam ke Bandar Dunia” pada Rabu (27/8) di Plaza Hotel Tanjungpinang. Acara dibuka secara resmi oleh Asisten I Setdako Tanjungpinang, Thamrin Dahlan, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya penulisan sejarah lokal sebagai bagian dari penguatan identitas dan karakter masyarakat Tanjungpinang. FGD ini menghadirkan Ketua Tim Penulisan Buku, Rida K Liamsi, yang menjelaskan bahwa penerbitan buku Tanjungpinang dan Sejarahnya merupakan kelanjutan dari upaya mendokumentasikan sejarah lokal di Kepulauan Riau. “Ini melengkapi. Sebelumnya Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri telah menerbitkan enam buku sejarah lokal,” […] - [Akar Kekerasan Infrastruktur yang Menjerumuskan Orang Laut Menjadi Pemulung](https://msikepri.or.id/2025/08/akar-kekerasan-infrastruktur-yang-menjerumuskan-orang-laut-menjadi-pemulung/): Sebuah potret memilukan muncul dari Kampung Air Mas, Batam, Kepulauan Riau: perempuan Orang Laut memulung di tempat pembuangan sampah. Ia menggambarkan kenyataan pahit yang selama ini tersembunyi di balik slogan pembangunan. Di tanah leluhurnya sendiri, Orang Laut terpinggirkan hingga menggantungkan hidup dari sisa-sisa kota. Orang Laut adalah penduduk asli perairan Riau yang dahulu hidup nomaden di laut. Mereka tinggal di atas perahu kajang, berpindah dari satu perairan ke perairan lain, menggantungkan hidup pada laut dan langit terbuka. Dalam sejarah, mereka bukan sekadar pelaut ulung, tetapi juga pendukung utama kerajaan-kerajaan besar di wilayah Selat Malaka seperti Sriwijaya, Malaka, Johor, dan Riau-Lingga. Bahkan […] - [Sejarah Perkembangan Tanjungpinang sebagai Markas Militer di Daerah Perbatasan](https://msikepri.or.id/2025/08/sejarah-perkembangan-tanjungpinang-sebagai-markas-militer-di-daerah-perbatasan/): Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, memiliki peran strategis dalam sejarah pertahanan negara. Sejak masa pasca-kemerdekaan, kota ini telah menunjukkan signifikansinya sebagai basis militer di kawasan perbatasan. Letaknya yang berdekatan dengan Laut Natuna Utara dan Selat Malaka, serta kedekatannya dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, menjadikan Tanjungpinang sebagai garda depan pertahanan Indonesia di barat. Jejak historis ini tidak hanya menegaskan pentingnya Tanjungpinang dalam ranah militer, tetapi juga menunjukkan evolusi kebijakan pertahanan nasional Indonesia dari waktu ke waktu (Arman, 2022). Pada masa pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) tahun 1958, Tanjungpinang menjadi satu-satunya wilayah di Provinsi Riau yang tidak jatuh ke […] - [Membangkitkan Semangat Bintan: Jantung Negeri Melayu dan Harapan Baru Kepulauan Riau](https://msikepri.or.id/2025/07/membangkitkan-semangat-bintan-jantung-negeri-melayu-dan-harapan-baru-kepulauan-riau/): Oleh: Wakil Gubernur Kepulauan Riau,Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si Di tengah semarak perubahan zaman, Bintan kembali hadir sebagai poros sejarah yang tak lekang oleh waktu. Dalam Seminar Internasional bertema “Membangkitkan Kembali Semangat Bintan Jantung Negeri Melayu” yang digelar di Tanjungpinang pada 8 Juli 2025, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menengok akar sejarah dan identitas budaya yang telah mengakar ratusan tahun lamanya. Sebagai jantung kebudayaan Melayu, Bintan bukan sekadar titik di peta, tetapi medan makna bagi peradaban bangsa. Petuah dalam Gurindam Dua Belas Pasal 11: “Hendaklah berjasa kepada yang sebangsa” sebuah ajakan reflektif agar kita bertanya kembali: sudahkah kita […] - [Bintan 865 Tahun, Menelusuri Jejak Sejarah, Manuskrip, dan Warisan Budaya Menuju Memory of the World 2026](https://msikepri.or.id/2025/07/bintan-865-tahun-menelusuri-jejak-sejarah-manuskrip-dan-warisan-budaya-menuju-memory-of-the-world-2026/): Oleh: Dr Mukhlis Paeni Jejak Legenda di Titik Awal Peradaban Melayu Pulau Bintan tidak sekadar dikenal sebagai wilayah administratif modern di Provinsi Kepulauan Riau. Lebih dari itu, ia merupakan situs awal peradaban Melayu yang sarat dengan narasi historis dan mitologis. Dalam tradisi lisan dan naskah klasik, Bintan dikaitkan dengan tokoh-tokoh seperti Sang Sapurba, Wan Seri Beni, hingga Iskandar Syah. Perkawinan antara Wan Seri Beni dan Sang Nila Utama bukan hanya peristiwa genealogis, tetapi simbol penyatuan Mandala Sriwijaya dan pusat kekuasaan lokal di Bintan. Dari penyatuan ini, berkembanglah kekuasaan Melayu yang kemudian mengakar hingga Temasik (Singapura), Melaka, dan Johor. Bintan dan Temasik: […] - [Bintan: Simpul Sejarah Melayu dan Maritim Nusantara](https://msikepri.or.id/2025/07/bintan-simpul-sejarah-melayu-dan-maritim-nusantara/): Oleh: (Prof Dr Abdul Malik M.Pd, Drs Abdul Kadir Ibrahim MT, Rendra Setyadiharja S.Sos, M.IP, Raja Malik Hafrizal) Pulau Bintan adalah nama yang berulang kali disebut dalam naskah-naskah klasik Melayu. Namun, di balik namanya yang melegenda, tersimpan warisan panjang tentang peradaban, kekuasaan, dan identitas yang menjadikannya simpul strategis dalam sejarah dunia Melayu dan Nusantara. Dari zaman prasejarah hingga kolonial, Bintan tidak hanya menjadi lokasi geografis, tetapi juga panggung penting dinamika politik, budaya, dan militer kepulauan Asia Tenggara. Jejak awal peradaban di Bintan ditunjukkan melalui temuan arkeologis di kawasan Sungai Kawal, tepatnya di situs “Bukit Kerang”. Artefak seperti beliung persegi dan pecahan […] - [Segel, Simbol, dan Kuasa: Menafsir Bintan sebagai Warisan Hidup Dunia Melayu](https://msikepri.or.id/2025/07/segel-simbol-dan-kuasa-menafsir-bintan-sebagai-warisan-hidup-dunia-melayu/): Oleh: Rashikin Rajah, PhD (Student, Singapore University of Social Sciences (SUSS) Pulau Bintan tidak hanya dikenal sebagai lokasi sejarah dalam peta Kesultanan Johor-Riau-Lingga, tetapi juga sebagai tapak tafsir budaya tempat makna, kuasa, dan identiti Melayu dijalin. Di sinilah warisan seperti segel, manuskrip, dan adat berfungsi lebih dari sekadar tinggalan sejarah. Ia adalah instrumen kuasa simbolik yang memiliki denyut makna sepanjang zaman jika ditafsir secara sadar. Dalam menelaah Bintan, muncul pertanyaan mendasar: bagaimana simbol-simbol seperti segel, teks, dan adat berperan dalam mengabsahkan kuasa politik dan kultural Melayu? Apa pula nilai membandingkan simbol ini dengan warisan budaya lain di Asia Maritim, dan apakah […] - [Bintan sebagai Jantung Negeri Melayu](https://msikepri.or.id/2025/07/bintan-sebagai-jantung-negeri-melayu/): Sejarah Bintan masa lampau dibahas dalam Seminar Internasional bertema Membangkitkan Kembali Semangat; Bintan Jantung Negeri Melayu” yang digelar di Galeri Tamadun Maritim, Gedung Satu Gurindam-Ismeth Abdullah, Kampus UMRAH Dompak, Tanjungpinang, Selasa (8/7). Seminar ditaja Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kepulauan Riau bekerjasama dengan Yayasan Majelis Amanah Warisan Bintan dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Dalam seminar ini, hadir sejumlah narasumber lintas negara rumpun Melayu, di antaranya Prof. Dr. Susanto Zuhdi, Dr. Mukhlis PaEni, Prof. Dr. Drs. Abdul Malik, M.Pd yang diwakili oleh Rendra Setyadiharja, S.Sos., M.IP., dan Rashikin Rajah dari Singapura. Keempatnya membawakan materi dengan beragam perspektif sejarah dan budaya Melayu. […] - [DPR dan Kemendagri Menjadi Biang Sengketa Wilayah](https://msikepri.or.id/2025/07/dpr-dan-kemendagri-menjadi-biang-sengketa-wilayah/): Sengketa wilayah antar daerah menjadi isu yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini. Kondisi  yang terus menjadi masalah berulang dalam tata kelola pemerintahan di Indonesia. Konflik seperti ini tidak hanya menghambat pelayanan publik dan pembangunan daerah, tetapi juga menciptakan ketegangan sosial di akar rumput. Ironisnya, biang dari berbagai sengketa tersebut justru berasal dari produk hukum pusat yang disusun tanpa ketelitian dan koordinasi yang memadai. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai pembentuk undang-undang dan peraturan teknis kewilayahan, seringkali menciptakan aturan yang tumpang tindih, tidak sinkron, dan jauh dari akurasi data spasial maupun historis. Hasilnya adalah ketidakpastian hukum yang menjadi sumber […] - [Silat Pisau, Warisan Budaya yang Masih Menyala di Anambas](https://msikepri.or.id/2025/06/silat-pisau-warisan-budaya-yang-masih-menyala-di-anambas/): Di tengah pesatnya arus modernisasi, warisan seni pertunjukan tradisional masih menemukan ruangnya di beberapa wilayah Kepulauan Riau. Salah satunya adalah silat pisau, seni bela diri khas yang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Provinsi Kepulauan Riau. Silat ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi cermin dari nilai-nilai adat, filosofi hidup, hingga proses pendidikan karakter. Anambas dikenal memiliki beragam aliran silat dan perguruan, seperti Silat Pangean, Silat Himsi, Silat Kuntau, Silat Sendeng, Silat Tumbuk, dan tentu saja Silat Pisau. Keberagaman ini biasanya ditampilkan dalam acara adat, terutama dalam perhelatan pernikahan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu dan bagian dari prosesi budaya. Asal Usul […] - [Daerah Istimewa, Sejarah, dan Dinamikanya](https://msikepri.or.id/2025/06/daerah-istimewa-sejarah-dan-dinamikanya/): Wacana mengenai usulan pembentukan enam daerah istimewa kembali menyeruak. Surakarta (Jawa Tengah), Cirebon (Jawa Barat), Riau, Sumatera Barat, serta Buton dan Konawe dari Sulawesi Tenggara, menjadi wilayah yang mengajukan diri. Setiap daerah menarasikan warisan sejarah, budaya, dan eksistensi kerajaan sebagai dasar tuntutan, mengikuti jejak Daerah Istimewa Yogyakarta dan Aceh. (kompas.id,25/4/2025). Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah pembentukan daerah istimewa baru didasarkan pada pertimbangan kesejarahan yang kokoh, atau justru menjadi ekspresi ambisi politik lokal yang dibungkus dalam narasi identitas ?  Membedah Asal Usul Keistimewaan Status daerah istimewa memiliki dasar konstitusional dalam Pasal 18B ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan, negara mengakui dan […] - [Pulau Boyan: Jejak Kolonial yang Terlupakan di Batam](https://msikepri.or.id/2025/05/pulau-boyan-jejak-kolonial-yang-terlupakan-di-batam/): Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau dikenal sebagai salahsatu kota industri utama di tanah air. Letak geografisnya dekat dengan negara tetangga: Singapura dan Malaysia, dan negara tetangga lainnya. Hal yang menarik adalah pada masa lampau sejak abad ke-18 hingga pertengahan tahun 1950-an, wilayah yang ramai di Kepulauan Batam terletak di daerah yang saat ini dikenal pesisir Batam, seperti daerah Kecamatan Galang, Bulang, dan Kecamatan Belakangpadang. Belanda pernah menempatkan administrasi pemerintahan level onderafdeling (selevel kewedanaan) di Kepulauan Batam. Lokasinya di Pulau Boyan yang saat ini masuk dalam wilayah Kelurahan Pulau Buluh, Kecamatan Bulang. Jaraknya hanya sekitar 10 menit naik perahu dari Pulau Buluh. […] - [Dunia Maritim Kerajaan Riau-Lingga: Kilas Balik Kejayaan Bahari Melayu (1722–1913)](https://msikepri.or.id/2025/05/dunia-maritim-kerajaan-riau-lingga-kilas-balik-kejayaan-bahari-melayu-1722-1913/): oleh: Aswandi Syahri (Kurator Galeri Tamadun Maritim UMRAH/ Pengurus LAM Kepri/ Pengurus MSI Kepri Di balik riuh ombak Selat Melaka, berdiri teguh sebuah kerajaan maritim yang memainkan peranan penting dalam lalu lintas pelayaran dan perdagangan internasional: Kerajaan Riau-Lingga. Berdiri pada tahun 1722 dan resmi berakhir pada 1913, kerajaan ini bukan hanya warisan politik dan budaya Melayu, tapi juga simbol kejayaan dunia maritim yang terlupakan dari peta besar sejarah nasional Indonesia. Wilayah kekuasaannya membentang luas: dari seluruh Kepulauan Riau saat ini, sebagian provinsi Riau seperti Indragiri dan Reteh, hingga Singapura dan wilayah Johor serta Pahang di Semenanjung Malaysia. Namun, di tengah perhatian […] - [Keistimewaan Wilayah Kesultanan Riau Lingga dan Kontribusinya Terhadap NKRI](https://msikepri.or.id/2025/05/keistimewaan-wilayah-kesultanan-riau-lingga-dan-kontribusinya-terhadap-nkri/): Kesultanan Riau Lingga merupakan salah satu entitas sejarah penting dalam pembentukan identitas kebangsaan Indonesia. Wilayah yang dahulu menjadi pusat kebudayaan dan pemerintahan ini memiliki keistimewaan yang tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga memberi pengaruh signifikan bagi bangsa Indonesia. Warisan sejarah dan budaya dari wilayah ini menjadi fondasi penting dalam pembentukan jati diri nasional Indonesia. “Kepri ini daerah istimewa. Sejak dahulu. Banyak kontrubusinya pada republik ini,”kata Malik dalam diskusi kesejarahan Melayu di Kampus Umrah, Dompak, Selasa (13/5) kemarin. Salah satu keistimewaan utama Kesultanan Riau Lingga terletak pada aspek bahasa. Bahasa Melayu yang berkembang di Pulau Penyengat dijadikan sebagai dasar Bahasa Indonesia, bahasa […] - [Kepri Daerah yang Istimewa](https://msikepri.or.id/2025/05/kepri-daerah-yang-istimewa/): Kepulauan Riau memiliki berbagai keistimewaan dari sisi aspek kesejarahan, budaya maupun kondisi geografis. Tahun 1946 pernah ada upaya untuk menghidupkan lagi Kesultanan Riau Lingga yang wilayahnya mencakup wilayah Kepri dan beberapa daerah di Riau pada masa kini. Usaha itu ditolak Presiden Sukarno dan beberapa tahun kemudian terbentuklah Provinsi Riau yang berpisah dari provinsi induk, yakni Provinsi Sumatra Tengah yang berpusat di Bukittinggi. Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bersama Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Caban Kepulauan Riau menyelenggarakan Diskusi Kesejarahan Melayu membahas Keistimewaan Wilayah Eks Kesultanan Riau Lingga di Auditorium Kampus UMRAH Dompak, Selasa (13/5) Pagi. Diskusi yang berlangsung hangat dan penuh […] - [RIAU: MENJEMPUT PANGKAL MENJEMPUT SEJARAH](https://msikepri.or.id/2025/05/riau-menjemput-pangkal-menjemput-sejarah-3/): (Bagian 3) Oleh RENDRA SETYADIHARJA., S.Sos, M.IP Dosen STISIPOL Raja Haji / MSI Cabang Kepulauan Riau Namun pada 19 Desember 1948, Propinsi Sumatera Tengah dibekukan danKeresidenan dihidupkan Kembali. Gubernur hanya menjadi koordinator dari DewanPemerintah Daerah tersebut. Dimasa Agresi Militer Belanda ini, Pemerintah di PropinsiSumetera Tengah, pada November 1949 resmi dipegang oleh Gubernur Militer Sumateratengah. Pemerintahan militer ini akhirnya dihapus pada Desember 1949. Propinsi SumateraTengah baru dibentuk kembali pada 1 Januari 1950, namun ketetapan baru diterima padaakhir Januari 1950, dan pada 1 Februari 1950 barulah Propinsi Sumatera Tengah berdirikembali dengan resmi.Meski wilayah Kepulauan Riau berada dalam naungan Propinsi Sumatera Tengahkedudukannya agak berbeda […] - [RIAU: MENJEMPUT PANGKAL MENJEMPUT SEJARAH](https://msikepri.or.id/2025/05/riau-menjemput-pangkal-menjemput-sejarah-2/): (Bagian 2) Oleh RENDRA SETYADIHARJA., S.Sos, M.IPDosen STISIPOL Raja Haji / MSI Cabang Kepulauan Riau Di dalam buku Sejarah Riau (1977) kemudian dijelaskan bahwa kekalahan Jepangatas Sekutu membawa pengaruh besar terhadap pemerintahan di Kepulauan Riaukhususnya. Jatuhnya bom atom di Kota Nagasaki dan Hirosima tatkala Jepang sendiri sudahsangat letih oleh pukulan-pukulan Sekutu di meda perang Pasifik, dan penyerbuan tenteraSovyet Rusia di Mancuria telah memaksa Jepang bertekuk lutur tanpa syarat.Bagi Kepulauan Riau yang sangat sulit dan terbatas hubungan komunikasinya dengandunia luar, penyerahan Jepang agak lambat diketahui oleh masyarakat umum. Sebagaimanadijelaskan di dalam Sejarah Riau (1977) bahwa pada saat yang genting itu sekitar Agustuss.d […] - [Riau: Menjemput Pangkal Menjemput Sejarah](https://msikepri.or.id/2025/05/riau-menjemput-pangkal-menjemput-sejarah/): (Bagian 1) Oleh Rendra Setyadiharja, S.Sos, M.IP (Dosen STISIPOL Raja Haji / MSI Cabang Kepulauan Riau). PENDAHULUANKepulauan Riau memiliki sejarah pemerintahan yang panjang dan kompleks, mengalamiberbagai perubahan status administratif sejak masa kolonial hingga terbentuknya ProvinsiKepulauan Riau pada awal abad ke-21. Wilayah ini awalnya merupakan bagian dariKesultanan Riau-Lingga sebelum beralih ke administrasi kolonial Hindia Belanda padaawal abad ke-20. Setelah melewati pendudukan militer Jepang pada Perang Dunia II,Kepulauan Riau menghadapi masa transisi pasca-kemerdekaan Indonesia yang penuhdinamika, termasuk kembalinya Belanda melalui pemerintahan NICA dan pergolakanmasyarakat lokal menuntut integrasi ke dalam Republik Indonesia. Seiring waktu, status wilayah Kepulauan Riau terus berubah: dari keresidenan di bawah […] - [JKPRR dan Peran Sejarahnya](https://msikepri.or.id/2025/05/jkprr-dan-peran-sejarahnya-2/): (Bagian 2) Oleh: Datok Rida K Liamsi (Budayawan/Sejarawan Kepri) Seperti diceritakan salam buku “ Sejarah Riau “, ( Mukhtar Lutfi dkk, 1977 ), sejak kabar kemerdekaan itu sudah diproklamirkan, maka di Tanjungpinang mulai berdiri berbagai organisasi perjuangan . Salah satu dari organisasi perjuangan rakyat Kepri yang muncul di awal kemerdekaan itu, adalah adalah Jawatan Kuasa Pengurus Rakyat Riau ( JKPRR ). Organisasi ini didirikan di awal tahun tahun 1946, oleh sejumlah tokoh dan intelektual Kepulauan Riau ketika itu . Dan rapat pembentukannya di. Diadakan di Tanjung Balai Karimun , salah satu kota yang ketika menjsdi salah satu pusat perjuangan selain Tanjung […] - [JKPRR dan Peran Sejarahnya](https://msikepri.or.id/2025/05/jkprr-dan-peran-sejarahnya/): (Bagian 1) oleh: Datok Rida K Liamsi (Budayawan/Sejarawan Kepulauan Riau) Kepulauan Riau memang agak terlambat menerima informasi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia , yang dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945 , di Jakarta. Secara terbatas informasi ini baru diterima di Tanjungpinang, tanggal 21 Agustus 1945 ( sejarah Riau, Mukhtar Luthfi, dkk , 1977 ) dan kemudian disebarkan secara berbisik bisik, sambung menyambung. Dan sampai akhir tahun 1945 pun belum seluruh Kepri menerima kabar Kemerdekaan itu secara jelas. Masih simpang siur. Karena itu, suasana kehidupan sehari hari di Kepulauan Riau , khusysnya Tanjungpinang , masih tegang dan saling curiga. Apalagi pada masa bersamaan tentera sekutu […] - [Belajar dari Suksesi Kepemimpinan Singapura](https://msikepri.or.id/2025/05/belajar-dari-suksesi-kepemimpinan-singapura-2/): Lawrence Wong (52) dilantik menjadi Perdana Menteri Singapura tanggal 15 Mei 2024 lalu mengantikan Lee Hsien Loong. Ini menjadi transisi ketiga kepala pemerintahan dalam sejarah negara Singapura. Pertama dari Lee Kuan Yew ke Goh Chok Tong tahun 1990 dan kedua dari Goh ke Lee tahun 2004. Lee yang berusia kini berusia 72 tahun menilai sekarang saat yang tepat estafet kepemimpinan Singapura kepada generasi lebih muda.  Suksesi kepemimpinan di negara jiran Indonesia itu berjalan secara smooth dan soft. Tidak ada gembar gembor di media massa, termasuk nyaris tidak ada pro kontra masyarakat Singapura. Meski Indonesia dan Singapura memiliki sistem pemerintahan yang berbeda, […] - [Merawat Sejarah, Membangun Monumen Bahasa](https://msikepri.or.id/2025/04/merawat-sejarah-membangun-monumen-bahasa/): Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon mendukung pembangunan monument bahasa di Pulau Penyengat yang berada di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Hl itu disampaikan dalam lawatannya ke Pulau Penyengat, 10 Maret 2025. Bukan hanya Fadli, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI era Presiden Jokowi, Suharso Monoarfa juga mendukung rencana Pemerintah Provinsi Kepri membangunan monumen bahasa di pulau bersejarah tersebut. Apa urgensinya membangun monument Bahasa ini ? Gagasan membangun monumen bahasa di Pulau Penyengat bukan sesuatu yang baru. Proyek pembangunan monumen bahasa telah dilaksanakan tahun 2014 lalu senilai Rp12 miliar, namun dihentikan karena kasus korupsi. Usaha membangun monumen bahasa […] - [Hilirisasi Sagu Menopang Pangan Masa Depan](https://msikepri.or.id/2025/04/hilirisasi-sagu-menopang-pangan-masa-depan/): Presiden Prabowo Subianto resmi meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029 yang berisi 77 proyek strategis nasional (PSN). Salahsatu PSN yang cukup spesifik dan menarik adalah program hilirisasi sagu, singkong, ubi Jalar dengan fokus proyek: pertama, penguatan penyediaan bahan baku hilirisasi tepung sagu dan singkong. Kedua,   pengembangan industri sagu. Pelaksana proyek adalah Kementerian Pertanian dengan mengandeng swasta dengan lokasi di Papua, Sumatera, Jawa, dan Nusa Tenggara. Upaya hilirisasi sagu sesuatu yang lama sudah ditunggu. Ibarat membangkit batang terendam sektor yang selama ini terlupakan. Sagu menjadi pangan lokal potensial selama ini memang […] - [Eksplorasi Potensi Ekonomi Kabupaten Lingga: Strategi dan Tantangan dalam Pengelolaan Sumber Daya](https://msikepri.or.id/2025/04/eksplorasi-potensi-ekonomi-kabupaten-lingga-strategi-dan-tantangan-dalam-pengelolaan-sumber-daya/): Pendahuluan Kabupaten Lingga terletak di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan terdiri dari gugusan pulau di bagian selatan provinsi yang berjulukan Bunda Tanah Melayu. Secara geografis, kabupaten ini berbatasan dengan Laut Natuna di sebelah utara, Kabupaten Karimun di sebelah barat, Provinsi Jambi dan Bangka di sebelah selatan, serta Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang di sebelah timur. Kabupaten Lingga memiliki banyak pulau besar dan kecil, dengan Pulau Lingga dan Pulau Singkep sebagai yang terbesar. Kondisi geografis ini membuat Lingga kaya akan potensi maritim, perikanan, pariwisata, perkebunan dan pertambangan. Secara demografis, Kabupaten Lingga memiliki populasi yang didominasi oleh suku Melayu, dengan keberagaman suku lainnya […] - [Sunaryo, Polisi Pejuang dari Tanjungpinang Diusulkan Menjadi Pahlawan Nasional](https://msikepri.or.id/2024/11/sunaryo-polisi-pejuang-dari-tanjungpinang-diusulkan-menjadi-pahlawan-nasional/): Seorang peneliti sejarah di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dedi Arman, menyampaikan bahwa Sunaryo, seorang polisi pejuang kemerdekaan asal Tanjungpinang, Kepulauan Riau, memiliki potensi kuat untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional. “Sunaryo adalah sosok yang gugur dalam perjuangan revolusi kemerdekaan Indonesia,” ungkap Arman di Tanjungpinang, Minggu. Arman menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dapat mengajukan Sunaryo sebagai pahlawan nasional kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, setelah melalui kajian mendalam oleh Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD). “Sunaryo tewas dalam revolusi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Arman melansir dari ANTARA, Senin(11/11/2024). Dia menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri melalui Dinas Sosial […] - [Ketika Orang Laut Non Muslim Kampung Panglong Bersekolah di Madrasah](https://msikepri.or.id/2024/09/ketika-orang-laut-non-muslim-kampung-panglong-bersekolah-di-madrasah/): Orang muslim bersekolah di sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) atau kampus milik Yayasan Katolik itu sudah biasa. Ada imej sekolah-sekolah yang dikelola Yayasan Katolik berkualitas bagus. Fenomena menarik terjadi pada anak-anak Orang Laut di Kampung Panglong, Desa Berakit, Kabupaten Bintan (Kepri). Anak-anak yang beragama Katolik dan Protestan memilih menuntut ilmu di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bintan yang berada di Desa Berakit. Mereka memilih belajar di MIN yang identik dengan sekolah Islam ketimbang bersekolah di SD 009 Teluk Sebong yang berada di kampungnya. Tahun ajaran 2023/2024 ada delapan anak Orang Laut dari Kampung Panglong yang […] - [Bau Kolonial dan Aset Bangsa](https://msikepri.or.id/2024/09/bau-kolonial-dan-aset-bangsa/): Pidato Presiden Joko Widodo dihadapan kepala daerah di Ibu Kota Negara (IKN), Selasa (13/8) tentang Istana Kepresidenan di Jakarta dan Bogor berbau kolonial karena bekas warisan zaman Belanda mengundang perhatian publik, khususnya pemerhati sejarah dan budaya. Jokowi menjelaskan, di Jakarta ada Istana Negara dan Istana Presiden yang dulunya dihuni Gubernur Jenderal Belanda. Hal yang sama juga di Istana Bogor yang dulunya juga dihuni Gubernur Jenderal Belanda. Jokowi merasa ada bayang-bayang kolonial yang dirasakannya setiap hari karena tinggal dan berkantor di sana. Hal inilah menjadi salahsatu alasannya membangun IKN di Kalimantan Timur yang menandakan Indonesia mampu membangun ibu kota meskipun membutuhkan waktu […] - [Jejak Perkebunan Gambir di Riau](https://msikepri.or.id/2024/07/jejak-perkebunan-gambir-di-riau/): Pendahuluan             Gambir atau getah gambir adalah sari yang diekstraksi dari tanaman bernama sama. Setelah itu diracik, dibiarkan mengeras, dan dipotong menjadi bagian-bagian dengan bentuk yang berbeda-beda atau digulung menjadi berbentuk bola. Gambir sangat umum dimakan dengan sirih dan memiliki khasiat membuat wangi sehingga juga dioleskan di gusi anak balita. Tanaman itu diklasifikasikan antara kelas portlandia dan roella dalam sistem leanus. Gambir didapatkan dari tanaman rambat yang diklasifikasikan funis uncatus. Di Siak, Kampar, Indragiri, dan umumnya wilayah timur Sumatra, gambir merupakan komoditas dagang yang penting. [1] Gambir secara tradisional digunakan sebagai obat obatan tradisional seperti sakit perut dan sakit tenggorokan. Gambir […] - [Belajar dari Suksesi Kepemimpinan Singapura](https://msikepri.or.id/2024/06/belajar-dari-suksesi-kepemimpinan-singapura/): Lawrence Wong (52) dilantik menjadi Perdana Menteri Singapura tanggal 15 Mei 2024 lalu mengantikan Lee Hsien Loong. Ini menjadi transisi ketiga kepala pemerintahan dalam sejarah negara Singapura. Pertama dari Lee Kuan Yew ke Goh Chok Tong tahun 1990 dan kedua dari Goh ke Lee tahun 2004. Lee yang berusia kini berusia 72 tahun menilai sekarang saat yang tepat estafet kepemimpinan Singapura kepada generasi lebih muda.  Suksesi kepemimpinan di negara jiran Indonesia itu berjalan secara smooth dan soft. Tidak ada gembar gembor di media massa, termasuk nyaris tidak ada pro kontra masyarakat Singapura. Meski Indonesia dan Singapura memiliki sistem pemerintahan yang berbeda, […] - [Hang Tuah Perlu Dikaji dari Kaedah Sejarah](https://msikepri.or.id/2024/05/hang-tuah-perlu-dikaji-dari-kaedah-sejarah/): Hang Tuah banyak dibicarakan, khususnya dalam kesusastraan. Namun, dalam aspek kesejarahan, perlu kajian ilmiah untuk membuktikan Hang Tuah wujudnya nyata. Dalam bukunya Antara Sejarah dan Mitos, Sejarah Melayu & Hang Tuah dalam Histpriografi Malaysia, Prof Emiritus Ahmat Adam memiliki pandangan yang berbeda dengan akademisi Malaysia lainnya. Prof Emeritus Ahmat Adam menilai Hang Tuah perlu dibuktikan dengan kaedah sejarah. Ketokohan Hang Tuah banyak dibincangkan dalam karya sastera, namun sosok Hang  Tuah perlu  dibuktikan  menggunakan metodologi sejarah. Jangan mudah mencampurkan aspek legenda, mitos, sejarah menjadi fakta sejarah. Ahmat Adam telah menulis iaitu sejarah menekankan objektiviti  dan  sikap  tidak  memihak  kepada  sesiapa,  tetapi  sebaliknya  […] - [Keberagaman Jadi Satu di Tanah Melayu: Belajar Pluralisme ke Kepulauan Riau (bagian 2)](https://msikepri.or.id/2024/05/keberagaman-jadi-satu-di-tanah-melayu-belajar-pluralisme-ke-kepulauan-riau-bagian-2/): Sumpah Setia dan Budaya Melayu sebagai Pemersatu Semenanjung Melayu merupakan kawasan yang bersentuhan langsung dengan banyak etnik yang datang dari berbagai daerah di nusantara maupun di dunia. Selain orang Bugis, kawasan ini tercatat pernah didiami oleh masyarakat yang pernah bekerja pada Malaka. Tidak hanya itu, dulunya para perantau dari Bawean juga banyak menetap di daerah Malaysia maupun Singapura. Tidak hanya itu, karena merupakan kawasan perdagangan keberadaan etnis Arab, Eropa, India maupun Tionghoa juga cukup eksis (Dahlan, 2017). Membicarakan kemajukan masyarakat Kepulauan Riau tidak lepas dari disapora Bugis. Dipenghujung abad 17 terjadi perebutan tahta di Kesultanan Johor yang melibatkan Raja Kecik sebagai […] - [Keberagaman Jadi Satu di Tanah Melayu: Belajar Pluralisme ke Kepulauan Riau (bagian 1)](https://msikepri.or.id/2024/05/keberagaman-jadi-satu-di-tanah-melayu-belajar-pluralisme-ke-kepulauan-riau-bagian-1/): Ditengah rawannya konflik di sejumlah daerah di Indonesia karena kondisi masyarakatnya yang plural, ada daerah yang multietnik dan multiagama tetapi kondisi toleransinya berjalan bagus, yakni di Kepulauan Riau. Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) yang diraih Provinsi Kepri tahun 2022 menempati posisi terbaik di tingkat nasional dengan nilai 85,78 persen. Indeks kerukunan umat beragama di Kepri tahun 2022 naik dari tahun 2021 yang menempati posisi 9 di Indonesia dengan nilai 76,20 persen. Data Indeks Kota Toleran 2022 yang dikeluarkan Setara Institute, Kota Batam sebagai kota terbesar dan terbanyak penduduknya di Keprimenempati posisi ketiga tahun 2022 sebagai kota toleran untuk kategori kota besar […] - [MSI Cabang Kepulauan Riau Mengucapkan Selamat Puasa Ramadhan 1445 H](https://msikepri.or.id/2024/03/msi-cabang-kepulauan-riau-mengucapkan-selamat-puasa-ramadhan-1445-h/) - [Makam Bukit Batu di Bintan](https://msikepri.or.id/2024/03/makam-bukit-batu-di-bintan/): Foto ini diambil  tahun 1980 an. (Saya berbaju biru dan disebelah Pak Hasyim P&K, orang tua Bintan, Raja Zanarita dan Raja Suzana Fitri). Lokasi di Makam Sultan Ahmad ibni Sultan Mahmud Melaka di Bukit Batu Bintan (Raja Malik) Orang tua Bentan itu adalah Dato’ Mahmud/Tok Mod, beliau Adelah Ketua Kampong (Bomoh Handal) di Bintan Enau, masa tuenye tinggal di Gudang Minyak Tanjung Pinang (Tun Asyim Sofyan Bintan) Menaikkan panji-panji pada upacara ziarah di Bukit Batu Bintan tahun 1980 an (Raja Malik) No1. Anjang Nen/Senen (Ketua Kampong Buyu) no2.Umar Bin Senin (Lembay)  No3.Ali Panjang No4.Cu Bakar No5.? No6.Tok Tambi (Tun Asyim Sofyan) - [Makam Raja Haji Fisabilillah Tahun 1980-an](https://msikepri.or.id/2024/03/makam-raja-haji-fisabilillah-tahun-1980-an/): Sumber foto: Raja Malik - [Maket Arsitektur Istana Kedaton di Pulau Penyengat](https://msikepri.or.id/2024/03/maket-arsitektur-istana-kedaton-di-pulau-penyengat/): Ini adalah maket Istana Kedaton ( Istana Sultan Abdul Rahman Mu’adzam Syah) di Pulau Penyengat. Ada juga yang menyebut Istana Keraton. Saat ini istana kedaton sudah runtuh, hanya meninggalkan beberapa bagian tembok saja. Maket ini dibuat oleh Raja Ahmad bin Raja Daud yang pada masa mudanya berkhidmad pada Sultan Abdul Rahman dan sebagai saksi sejarah tentang fase terakhir Kerajaan Riau-Lingga. (Raja Malik) - [Serba Serbi Penelitian dan Atraksi Budaya di Pulau Bintan Tempoe Doeloe](https://msikepri.or.id/2024/02/serba-serbi-penelitian-dan-atraksi-budaya-di-pulau-bintan-tempoe-doeloe/): Keterangan Foto: 1. Virginia Matheson Hooker dan Dr. Vivienne Wee berziarah ke Makam Engku Puteri. Bersama Raja Djantan, Raja Suzana dan Raja Zanarita tahun 1980 an. 3-4. Penelitian Puslit Arkenas Tahun 1980-an di Bukit Jakas, Bintan. 5. Tari Melemang di Bintan. 7. Ziarah kubur. 8. Makam Daeng Celak Sumber Foto: Raja Malik Hamzah - [MSI Kepri Hadiri Rakor Kebudayaan Kepri](https://msikepri.or.id/2024/02/msi-kepri-hadiri-rakor-kebudayaan-kepri/): Sejumlah pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Kepulauan Riau menghadiri rapat koordinasi bidang kebudayaan yang digelar Dinas Kebudayaan Kepri di Hotel Ibis Style, Batam, 21-23 Februari 2024 lalu. Acara rakor dihadiri Sekretaris Ditjen Kebudayaan, Fitra Arda, Sekdaprov Adi Prihantara, sejumlah pejabat Eselon II Pemprov Kepri dan anggota Komisi IV DPRD Kepri. “Acara rakor yang digelar Disbud Kepri ini luar. Mengundang Kepala Bappelitbang Kepri dan Bappelitbang kabupaten/kota. Program dinas kebudayaan harus sinkron dan masuk dalam rencana pembangunan Kepri yang dibawah koordinasi Bappelitbang,”kata Sesditjen Kebudayaan, Fitra Arda. Ketua MSI Kepri, Anastasia Wiwik Swastiwi menyebutkan, MSI Kepri mengapresiasi Disbud Kepri yang mengundang sejumlah elemen […] - [Selamat Imlek 2024](https://msikepri.or.id/2024/02/selamat-imlek-2024/) - [MSI Kepri Mengucapkan Selamat Isra' Mikraj 1445 H](https://msikepri.or.id/2024/02/msi-kepri-mengucapkan-selamat-isra-mikraj-1445-h-2/) - [MSI Kepri mengucapkan Selamat Isra' Mikraj 1445 H](https://msikepri.or.id/2024/02/msi-kepri-mengucapkan-selamat-isra-mikraj-1445-h/) - [Kalamelayu Kelana ke Sungai Carang](https://msikepri.or.id/2024/01/kalamelayu-kelana-ke-sungai-carang/): Tanjungpinang beruntung memiliki komunitas baru. Namanya: Kalamelayu berisi anak-anak muda yang cinta sejarah dan budaya. Mereka baru berdiri 28 Oktober 2023 lalu. Namun, aktivitasnya menarik dan kreatif. Ada program Kalamelayu bernama Kelana. Mengunjungi situs-situs sejarah dan budaya yang tahap awal di Kota Tanjungpinang. Kelana edisi kelima, Ahad (28/1) kemarin, rutenya ke kawasan Sungai Carang di Kelurahan Kampung Bugis, Tanjungpinang. Hal menarik dalam agenda Kelana kali ini, Kalamelayu berkolaborasi dengan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Kepulauan Riau. Ketua MSI Kepri, Dr Anastasia Wiwik Swastiwi MA dan Dedi Arman jadi guide.Kelana diawali dengam dialog sejarah. Anastasia Wiwik Swastiwi dan Dedi Arman menjelaskan peran […] - [Hubungan Sejarah  Muntok – Siantan](https://msikepri.or.id/2024/01/hubungan-sejarah-muntok-siantan/): Dr. Anastasia Wiwik Swastiwi, M.A Pengantar Muntok adalah sebuah wilayah berada di muara sungai yang berhulu di Gunung Menumbing. Gunung Menumbing merupakan patokan para pelaut untuk memasuki Palembang atau selat Bangka. Patih Gajahmada pernah menaiki Gunung Menumbing saat ekspedisi Pamalayu. Di Muntok juga terdapat kompleks makam Kota Seribu dengan ratusan keluarga penguasa Muntok Bangka yang berasal dari Siantan dan Johor. Kota Muntok itu sendiri dibangun pada masa pemerintahan Ratu Mahmud Badarudin I. Beliau menunjuk Wan Akub untuk membangun Muntok. Wan Mentok kemudian berdiam disana sebagai pemegang kekuasaan mewakili sultan. Dalam perkembangannya, karena usaha penambangan timah sangat berkembang dan letaknya strategis sebagai […] - [Mengenal Kain Cual Anambas](https://msikepri.or.id/2024/01/mengenal-kain-cual-anambas/): Dr. Anastasia Wiwik Swastiwi, M.A Pengantar Kepulauan Riau dikenal dengan daerah perairannya yang luas. Hampir 95 persen wilayah Kepulauan Riau terdiri dari peraiaran dan sisanya barulah daratan. Banyak wisatawan lokal maupun asing menghabiskan waktu libur mereka untuk mengunjungi spot wisata pantai dan pulau-pulau indah di Kepulauan Riau.  Selain mengunjungi wisata alamnya yang menakjubkan, wisatawan juga dapat berwisata belanja di Provinsi kepulauan di Sumatra ini. Kepulauan Riau dikenal memiliki beragam kerajinan dari kain dari batik hingga songket. Seperti daerah tetangganya di Pulau Sumatra, Kepulauan Riau memiliki kerajinan songket atau tenun yang disebut dengan kain Cual. Kain Cual merupakan kain tenun khas dari […] - [Beberapa Toponimi di Anambas](https://msikepri.or.id/2024/01/beberapa-toponimi-di-anambas/): Pendahuluan       Secara etimologis, toponimi merupakan Bahasa Yunani yang berasal dari kata topos yang berarti tempat dan nimi dari onoma yang berarti nama. Berdasarkan kajian folklore (cerita rakyat), toponimi merupakan bagian dari Ilmu Onomastika (onomastics). Ilmu tersebut mengkaji sejarah (asal-usul) nama tempat dan nama-nama lain. Asal-usul nama mempresentasikan keadaan semula tempat tersebut, yang memuat informasi tentang aspek geografi, ekologi sosial, dan kultural yang terkait dengan keadaan tempat semula.Istilah yang selama ini lebih banyak dikenal dalam dunia geografi, terutama untuk menandai bentuk-bentuk rupabumi dalam bentang alam. Identitas masyarakat yang menempati wilayah tertentu. Menulis Toponim asal usul nama lokasi dari perspektif sejarah nerupakan […] - [Pembangunan Rempang Pasca Keluarnya Perpres 78/2023](https://msikepri.or.id/2024/01/pembangunan-rempang-pasca-keluarnya-perpres-78-2023/): Target pemerintah dalam memuluskan proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco City di Pulau Rempang, Kota Batam memasuki babak baru.  Presiden Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden RI Nomor 78 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2018 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan Dalam Rangka Penyediaan Tanah Untuk Pembangunan Nasional. Perpres ini diteken tanggal 8 Desember 2023 dan dianggap jadi dasar hukum yang jitu dalam mengeksekusi pembangunan Rempang Eco City secepatnya. Perpres ini menjadi spesial bagi rencana pembangunan Pulau Rempang. Dalam  Pasal 12 Perpres dijelaskan, kewenangan gubernur dalam Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dilaksanakan oleh Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan […] - [Strategi Adaptasi Orang Laut Masa Pandemi Covid 19 di Kabupaten Lingga](https://msikepri.or.id/2024/01/strategi-adaptasi-orang-laut-masa-pandemi-covid-19-di-kabupaten-lingga/): Pendahuluan Salah satu karakteristik Covid-19 adalah penyakit ini bisa menginfeksi siapa saja, tanpa ada perbedaan etnis atau suku bangsa. Sekalipun demikian, dampak keparahan dan kematian bisa berbeda di tiap negara atau bahkan populasi etnis di dalam satu negara. Di Indonesia, dampak kesehatan dari Covid-19 terhadap masyarakat adat juga beragam dan bahkan belum banyak yang diketahui atau didokumentasikan. Pemerintah belum melakukan pemilahan data dampak Covid-19 terhadap berbagai kelompok etnis, namun lebih pada sebaran wilayah administratif. [1] Ada kesan masyarakat adat enggan untuk melaporkan diri apabila mengalami gejala-gejala yang mirip seperti Covid-19. Laporan mengenai kasus dan kematian Covid-19 di masyarakat adat di Indonesia […] - [Dari Kelong Cacak ke Kelong Apung: Dinamika Perubahan Tradisi Maritim Masyarakat Bintan](https://msikepri.or.id/2024/01/dari-kelong-cacak-ke-kelong-apung-dinamika-perubahan-tradisi-maritim-masyarakat-bintan/): Kelong dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan belat besar yang di dalamnya memakai sekatan (kurung), ikan masuk ke dalamnya. Di Kabupaten Bintan, istilah kelong merujuk dua hal. Pertama, kelong sebagai alat penangkap ikan. Dan kedua, Kelong sebagai nama sebuah desa dan pulau yang ada di Kabupaten Bintan. Kelong juga didefinisikan sejenis alat penangkapan ikan tradisional berupa belat besar yang dibangun disekitar daerah lepas pantai. (Yussuwadinata, 1992).          Istilah kelong tidak hanya dikenal di Kepulauan Riau saja, tetapi juga dikenal di berbagai wilayah nusantara, bahkan di Asia Tenggara. Di Madura, Jawa Timur, cara menangkap ikan seperti ini disebut pagan. Nelayan Kepulauan […] - [Kuliner Pulau Penyengat Sebagai Gastrodiplomasi  Indonesia](https://msikepri.or.id/2024/01/kuliner-pulau-penyengat-sebagai-gastrodiplomasi-ndonesia/): Dr. Anastasia Wiwik Swastiwi MA Pendahuluan       Salah satu gugus pulau di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik budaya Melayu adalah Pulau Penyengat. Pulau Penyengat (atau Pulau Penyengat Inderasakti dalam sebutan sumber-sumber sejarah) adalah sebuah pulau kecil di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang berjarak kurang lebih 2 km dari pusat kota. Pulau ini berukuran panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter, berjarak lebih kurang 35 km dari Pulau Batam. Di pulau tersebut, berbagai produk hasil kebudayaan bercorak Melayu dapat ditemukan baik warisan budaya bergerak (tangible) maupun warisan budaya tidak bergerak (intangible). Warisan Budaya bergerak terutama berasal dari masa kerajaan Melayu Lingga-Riau-Johor. Dengan demikian, jejak-jejak material yang ditemukan di Pulau Penyengat menjadi […] - [Kampung Kampung Tua di Natuna](https://msikepri.or.id/2024/01/kampung-kampung-tua-di-natuna/): Oleh :Dr. Anastasia Wiwik Swastiwi, M.A Pendahuluan Natuna memiliki sejumlah Kampung Tua yang tersebar di wilayahnya. Natuna bahkan sudah memiliki Perda terkait keberadaan Kampung Tua di Wilayahnya yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Natuna Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Penetapan Dan Pelestarian Kampung Tua. Kampung Tua merupakan daerah yang paling lama dihuni di suatu tempat, memiliki nilai historis yang tinggi dan merupakan cerminan kisah sejarah, tata cara hidup, budaya dan peradaban masyarakatnya sehingga keberadaannya perlu dilestarikan secara berkesinambungan. Kampung Tua merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa sebagai wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang penting artinya bagt pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan […] - [PULAU PENYENGAT SEBAGAI TITIK SIMPUL JALUR REMPAH](https://msikepri.or.id/2024/01/pulau-penyengat-sebagai-titik-simpul-jalur-rempah/): Dr. Anastasia Wiwik Swastiwi Pendahuluan Rempah bisa disebut sebagai salah satu saksi sejarah perjalanan panjang bangsa Indonesia. Sejarah mencatatkan rempah sebagai komoditas penting bangsa Indonesia sehingga Indonesia dikenal di kancah internasional. Rempah pun sangat lekat dengan kehidupan bangsa Indonesia, dari dulu hingga sekarang. Masyarakat Indonesia sudah terbiasa memanfaatkan rempah untuk berbagai kebutuhan, seperti kuliner, pengobatan, ritual, sampai dengan bahan pengawet. Namun ternyata, rempah tidak hanya terlibat dalam tatanan kehidupan masyarakat Indonesia saja. Lebih dari itu, rempah juga mengubah tatanan kehidupan bangsa di dunia. Dari rempah pulalah kemudian terbangun hubungan dagang antarbangsa dan benua. Bahkan, rempah telah memicu lahirnya kolonialisme, yang mau […] - [Sejarah dan Budaya Pulau Mepar](https://msikepri.or.id/2024/01/sejarah-dan-budaya-pulau-mepar/): (Dr Anastasia Wiwik Swastiwi MA) Pendahuluan Nama Pulau Mepar berasal dari nama Lepa yaitu kayu tempat menyidai kain atau tempat mengeringkan sesuatu, konon dahulunya banyak orang membuat lepa di pulau itu untuk menjemur sesuatu, maka di gelar orang Pulau Lepa. Seiring waktu kata Lepa disebut orang menjadi mepa, karena pengaruh bahasa Indonesia kata Mepa menjadi Mepar, namun dalam dialek melayu Lingga masih tetap di sebut Mepa[1]. Pulau Mepar berlokasi di depan Pelabuhan Tanjung Buton, Daik Lingga. Pulau ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan ketika berkunjung ke Kabupaten Lingga. Menurut catatan sejarah, Pulau Mepar sendiri merupakan salah satu benteng pertahanan pada […] - [Sejarawan Kepri Sambut Sejarawan Melaka](https://msikepri.or.id/2023/12/sejarawan-kepri-sambut-sejarawan-melaka/): Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Kepri, Dr Anastasia Wiwik Swastiwi MA mendampingi sejarawan Melaka yang berkunjung ke Tanjungpinang, Ahad (10/12) lalu. Rombongan dari Melaka yang hadir, diantaranya Wakil Rektor University Melaka,Prof Haji Mohd Thaib, Dr Mardiana Nordin, Prof Madya Zulkarnain Abd Rahman, dan Nazarudin dari Permuseuman Melaka. Sejarawan Melaka ini melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi, diantaranya Bukit Batu (Bintan), Pulau Pengujan (Bintan) dan Pulau Penyengat . Dalam kunjungan ke Pulau Penyengat, Ahad (10/12), rombongan diterima di Balai Maklumat Pulau Penyengat. Ketua Yayasan Kebudayaan Indera Sakti, Raja Malik Hafrizal yang juga pengurus MSI Cabang Kepri memaparkan tentang peran penting Penyengat di masa […] - [Selamat Hari Sejarah](https://msikepri.or.id/2023/12/selamat-hari-sejarah/) - [Aswandi Narasumber, Wiwik Moderator Seminar Sejarah](https://msikepri.or.id/2023/11/aswandi-narasumber-wiwik-moderator-seminar-sejarah/): Sejarawan Aswandi Syahri menjadi narasumber dalam seminar sejarah Kerajaan Riau Lingga Era Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah di STAIN SAR, Jumat (3/11) lalu. Dalam seminar ini, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kepri, DR Anastasia Wiwik Swastiwi MA menjadi moderator. Narasumber lainnya adalah Prof DR Jajat Burhanuddin dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Ketua STAIN SAR, Dr M Paisal M.Ag. - [Melacak Potensi WBTB dan Cagar Budaya di Pulau Rempang](https://msikepri.or.id/2023/11/melacak-potensi-wbtb-dan-cagar-budaya-di-pulau-rempang/): Pulau Rempang di Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepri belakangan ramai dibicarakan. Hal ini terkait rencana investasi PT Makmur Elok Graha (MEG) yang berdampak pada rencana relokasi yang mendapat penolakan dari masyarakat tempatan (masyarakat lokal) yang menghuni kampung-kampung tua di Rempang. Luas pulau Rempang 16.583 hektar yang secara administrasi terdiri dua kelurahan, yakni Rempang Cate dan Sembulang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, ada 7.512 jiwa yang tinggal di pulau Rempang. Ini hasil sensus penduduk 2020 lalu. Ada 16 kampung tua yang ada di Rempang dan Galang. Yakni, Tanjung Kertang, Tanjung Kelingking, Rempang Cate, Belongkeng, Pantai Melayu, Mongak, Pasir […] - [Dendang Piwang, Pelestarian Budaya Hasil Kolobarasi Desa di Natuna](https://msikepri.or.id/2023/11/dendang-piwang-pelestarian-budaya-hasil-kolobarasi-desa-di-natuna/): Banyak strategi dan cara dalam pelestarian budaya di setiap daerah. Pemerintah Kabupaten Natuna sebagai daerah perbatasan dengan tujuh negara di Kepulauan Riau memiliki cara unik dalam pelestarian budaya di daerahnya mulai tahun 2023. Namanya dendang piwang. Pelestarian budaya hasil kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Natuna dengan desa-desa yang ada di Natuna. Dendang piwang digelar tidak hanya menjaga kelestarian seni dan budaya yang ada. Kegiatan dendang piwang juga sebagai wadah menjalin tali silaturahmi antar pegiat seni budaya, masyarakat desa dan pemerintah daerah. Penamaan dendang piwang sesuatu yang unik dan menarik. Informasi dari Juli Putrawan, Pamong Budaya Muda Disdikbud Natuna, dendang diambil ungkapan […] - [Potensi dan Tantangan Pelestarian Budaya di Natuna](https://msikepri.or.id/2023/11/potensi-dan-tantangan-pelestarian-budaya-di-natuna/): Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri sebagai daerah perbatasan dengan tujuh negara di bagian utara Indonesia, selalu jadi perhatian. Khususnya dalam aspek militer, daerah perbatasan dan juga soal perikanan dan kelautan. Namun, Natuna juga memiliki potensi budaya yang menarik, baik cagar budaya maupun warisan budaya tak benda (WBTB). Pekan ketiga Oktober 2023, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV Kepri-Riau, unit pelaksana teknis (UPT) Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud memiliki kegiatan yang menarik. Tajuknya studi potensi kawasan budaya di Kabupaten Natuna. Dalam studi, BPK Kepri mengandeng peneliti dari Universitas Maritim Raja Ali Haji dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kegiataan pemetaan potensi budaya yang […] - [Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H](https://msikepri.or.id/2023/09/selamat-maulid-nabi-muhammad-saw-1445-h/) - [Ketua MSI Kepri Diundang Jadi Narasumber Diskusi USK Aceh](https://msikepri.or.id/2023/09/ketua-msi-kepri-diundang-jadi-narasumber-diskusi-usk-aceh/): Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Kepri, Dr Anastasia Wiwik Swastiwi MA menjadi narasumber dalam diskusi yang digelar Pusat Riset Hukum, Islam dan Adat Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh, Senin (9/9) kemarin melalui media zoom meeting. Wiwik menyampaikan materi tentang Pemetaan Wilayah Adat di Kepri. Ketua Pusat Riset HIA USK, Dr Azhari Yahya MCL MA yang membuka diskusi menyampaikan, mereka aktif menggelar diskusi terkait tema-tema hukum, islam dan adat. Diskusi kali ini sengaja menghadirkan Ketua MSI Kepri yang juga akademisi di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Hal ini tidak terlepas dari kegiatan USK dan Kementerian ATR BPN yang melakukan kegiatan […] - [MSI Kepri Bermitra dengan Komunitas](https://msikepri.or.id/2023/09/msi-kepri-bermitra-dengan-komunitas/): Ketua MSI Cabang Kepri, Dr Anastasia Wiwik Swastiwi MA menyerahkan buku-hasil hasil karya pengurus MSI Cabang Kepri kepada Rines Onyxi Tampubolon S.Sn, M.Sn dari Onyx Creative Dance. Ini bagian dari upaya MSI Cabang Kepri yang menjalin kemitraan dengan komunitas budaya dan kesejarahan yang ada di Kepri. - [Rekor MURI untuk Penyengat](https://msikepri.or.id/2023/09/rekor-muri-untuk-penyengat/) - [Pulau Penyengat Juara](https://msikepri.or.id/2023/09/pulau-penyengat-juara/) - [Ketua MSI Kepri Jadi Narsum Diskusi Keberagaman Agama di Tanjungpinang](https://msikepri.or.id/2023/08/ketua-msi-jadi-narsum-diskusi-keberagaman-tanjungpinang/): Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kepri, Dr Anastasia Wiwik Swastiwi MA dan Wakil Ketua MSI Kepri, Aswandi Syahri menjadi narasumber dalam diskusi keberagaman dalam event Pameran Budaya Patah Balek ART Exhibition 2023 di Saturasi Coffee Dealer, Tanjungpinang, Sabtu (12/9) kemarin. Dalam kesempatan ini, Wiwik menyerahkan buku hasil karya pengurus MSI Kepri kepada pihak panitia acara. Event Pameran Budaya Patah Balek ART Exhibition 2023 digelar Pusat Seni dan Budaya (PSB ) Putri Payung Kota Tanjungpinang bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV Kepri. Pameran budaya Patah Balek ART Exebition 2023 mengangkat tema pameran budaya dimanaruma-Nya. Dalam pembukaan pameran, acara diskusi tentang nilai toleransi […] - [Sejarah Lembaga Pendidikan Islam di Kepulauan Riau](https://msikepri.or.id/2023/08/sejarah-lembaga-pendidikan-islam-di-kepulauan-riau/): Tarekat dan Madrasah di Kepri Masuknya Islam ke Riau yang dalam perjalanannya terpecah menjadi Provinsi Kepri, erat hubungannya dengan keadaan dan letak geografis daerah ini. Keadaan geografis yang mayoritas kepulauan telah menyebabkan mudahnya pedagang-pedagang mencapai daerah ini. Dagang merupakan cara yang efektif pada masa lampau untuk menyampaikan ajaran Islam, selain untuk kepentingan ekonomi.   Ada beberapa pendapat tentang sejarah masuknya Islam ke daerah ini. Pendapat pertama menyebutkan Islam sudah ada masuk sejak Abad 7. Pendapat lain, Islam baru ada sejak zaman Kesultanan Melaka tahun 1295 M, meskipun Sultan Melaka Prameswara baru memeluk Islam tahun 1414 M. Dengan fakta ini membuktikan bahwa Islam […] - [Mahasiswa Ekonomi Umrah Tertarik Sejarah Kota Rebah](https://msikepri.or.id/2023/07/mahasiswa-ekonomi-umrah-tertarik-sejarah-kota-rebah/): Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Maritim, Universitas Maritim Raja Ali Haji menggelar kegiatan bertajuk Lets Serve ‘Mari Mengenal Lebih Dalam Sejarah Kota Lama (Kota Rebah’, Ahad (23/7) lalu. Dalam kegiatan ini, panitia kegiatan menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Kepri. Disbudpar Kota Tanjungpinang menyiapkan bantuan armada transportasi mahasiswa, sementara MSI Cabang Kepri menyediakan narasumber sebagai tour guide.“Kami senang sekali adik-adik mahasiswa tertarik sejarah Kota Rebah. Ini salahsatu situs andalan kota Tanjungpinang. Menarik ini anak-anak Fakultas Ekonomi tapi suka sejarah,”kata Kabid Sejarah dan Cagar Budaya Kota Tanjungpinang, Wimmy D […] - [Encik Ibrahim Suliwatang Lingga dan Keluarganya (Sosok Penting dalam Kesultanan Lingga Riau)](https://msikepri.or.id/2023/07/encik-ibrahim-suliwatang-lingga-dan-keluarganya-sosok-penting-kesultanan-lingga-riau/): Oleh: M Fadlillah S.Sos ( Peminat Sejarah tinggal di Daik Lingga) Dalam catatan sejarah, orang Bugis mempunyai peran penting dalam pemerintahan Kerajaan Johor, Pahang, Riau dan Lingga hingga Lingga-Riau. Konflik perebutan tahta Kerajaan Johor antara Raja Kecik yang mengaku anak Sultan Mahmud Syah (1685-1699) dengan Tengku Sulaiman anak Sultan Abdul Jalil Riayat Syah (1699-1717) telah melibatkan turut campurnya orang Bugis Luwu lima bersaudara. Upu Daing Perani dan empat adik laki-lakinya yang datang untuk mencari kekuasaan di sebelah barat tanah Bugis telah diminta bantuan oleh Tengku Sulaiman untuk mengalahkan Raja Kecik yang telah berhasil merampas tahta Kerajaan Johor dari Sultan Abdul Jalil […] - [Kepemimpinan Milenial Untuk Generasi Milenial](https://msikepri.or.id/2023/07/kepemimpinan-milenial-untuk-generasi-milenial/): Oleh :  Sri Rahma Dewi    (Prodi Ilmu Hubungan Internasional, FISIP UMRAH)    Pendahuluan Berbicara tentang milenial tanpa kita sadari perkembangan kehidupan terjadi begitu cepat, Mulai dari proses penggalian informasi, penyebaran berita, tren, teknologi hingga berbagai produk mutakhir terjadi sangat cepat. Seakan mereka yang bergerak lamban akan tergilas dan tertinggal jauh di belakang. Sebagai bangsa yang besar dan semakin diperhitungkan di kancah internasional, Indonesia memiliki banyak tantangan yang harus diselesaikan. Membangun Indonesia berarti membangun mental rakyatnya sehingga gagasan revolusi mental pun lahir dan dicetuskan pemerintah sebagai gerakan yang masif. Untuk proses perubahan besar itu, kepemimpinan model lama pun tidak akan cocok lagi dan […] - [Manajemen Program Pengembangan Ekonomi di Kawasan Perbatasan](https://msikepri.or.id/2023/07/manajemen-program-pengembangan-ekonomi-di-kawasan-perbatasan/): oleh: Giva Ardana (Prodi Ilmu Hubungan Internasional, FISIP UMRAH) Pendahuluan             Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki batas negara yang yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga dan laut lepas. Tak sedikit pula titik dari perbatasan negara ini merupakan kawasan-kawasan yang vital bagi negara masing-masing. Baik dari segi ekonomi, kebudayaan, kawasan dan kekuasaan maritim. Bahkan, banyak sekali pulau-pulau yang memiliki potensi yang baik bagi perkembangan ekonomi lokal maupun nasional tetapi tidak/belum kembangangkan oleh pemerintah. (Bappenas, 2010: 63) Wilayah perbatasan di Indonesia sudah terlanjur identik sebagai daerah yang tertinggal dan terisolasi. Corak ketertinggalan wilayah perbatasan dapat dilihat dari berbagai macam segi, antara lain: infrastruktur […] - [Silaturahmi ke Stisipol Raja Haji, MSI Kepri Sumbang Buku](https://msikepri.or.id/2023/07/silaturahmi-ke-stisipol-raja-haji-msi-kepri-sumbang-buku/): Pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Kepri melakukan silaturahmi ke Stisipol Raja Haji Fisabilillah, Rabu (12/7) kemarin. Dalam kunjungan ini, Ketua MSI Kepri, Dr Anastasia Wiwik Swastiwi MA menyerahkan belasan judul buku karya anggota MSI Cabang Kepri. Buku tersebut diharapkan bisa menambah koleksi perpustakaan Stisipol Raja Haji. Buku diterima Ketua Stisipol Raja Haji, Dr Endri Sanopaka. - [Strategi Pengemasan Pariwisata Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal di Kampung Terih, Nongsa](https://msikepri.or.id/2023/07/strategi-pengemasan-pariwisata-berbasis-budaya-dan-kearifan-lokal-di-kampung-terih-nongsa/): Oleh : Olifia Syahrani Putri (Prodi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UMRAH) Pariwisata dapat diartikan sebagai perjalanan dari satu tempat menuju ke tempat lainnya dan bersifat sementara. Menurut Hunziger dan krapf dari Swiss, pariwisata merupakan keseluruhan jaringan dan gejala-gejala yang berkaitan dengan tinggal orang asing di suatu tempat dengan syarat orang tersebut tidak memiliki atau melakukan suatu pekerjaan yang penting dan memberikan keuntungan yang bersifat permanen atau sementara. (Isdarmanto, 2016). Pariwisata sendiri dilakukan untuk mengisi kekosongan waktu dengan kegiatan-kegiatan yang dapat menyegarkan pikiran setelah bekerja baik dengan mengunjungi wisata yang memiliki keindahan alam yang memukau atau mengunjungi daerah wisata yang memiliki kearifan […] - [Akuntansi Laut: Pendekatan Berkelanjutan untuk Pengelolaan Manajemen Pariwisata Maritim di Indonesia](https://msikepri.or.id/2023/07/akuntansi-laut-pendekatan-berkelanjutan-untuk-pengelolaan-manajemen-pariwisata-maritim-di-indonesia/): oleh: Andreas George Navyanto, (Prodi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UMRAH) PENDAHULUAN Pemerintah Indonesia melakukan tindakan inovatif dalam menghitung keuntungan jangka panjang dari ekosistem laut dan pesisir negara. Indonesia berusaha mendorong manajemen maritime yang berkelanjutan dan meningkatkan pemahaman tentang nilai sumber daya laut dan layanan ekosistem melalui pengembangan mekanisme inovatif yang disebut Ocean Accounting. Dalam artikel ini, kami akan membahas ide-ide tentang akuntansi lautan, mengapa zonasi dan kebijakan penting, dan bagaimana kerja sama internasional membantu proyek ini.  Untuk menilai dan mengukur nilai ekonomi dan lingkungan ekosistem laut dan pesisir dari waktu ke waktu, akuntansi laut adalah sistem yang lengkap. Ini memungkinkan manajer […] - [Pulau Mapur : Rencana Strategis Pengembangan Wisata Bahari Kepri](https://msikepri.or.id/2023/07/pulau-mapur-rencana-strategis-pengembangan-wisata-bahari-kepri/): oleh: Nadya Triyana ( Prodi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UMRAH) Kepulauan Riau merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia yang berbatasan secara langsung dengan negara-negara lain seperti, Singapura dan Malaysia. Didasari hal tersebut, Kepulauan Riau menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapatkan perhatian penting terkhusus pada kelestarian alamnya. Namun, pemahaman masyarakat untuk melindungi lingkungan alam tergolong masih kurang. Yayasan Ekologi bertujuan melestarikan ekosistem dan keanekaragaman hayati secara konsisten dan seimbang serta menciptakan ekonomi berkelanjutan yang bermanfaat. Dengan demikian, Yayasan Ekologi memiliki komitmen bahwa keseimbangan pembangunan ekonomi dan konservasi memerlukan strategi pengelolaan yang tepat berdasarkan ilmu pengetahuan, dan pengelolaan yang baik serta tanggap […] - [Selamat Idul Adha 1444 H](https://msikepri.or.id/2023/06/selamat-idul-adha-1444-h/) ## Pages - [New Laman Beranda](https://msikepri.or.id/): Kabar MSI Kepri Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) adalah organisasi profesi sejarawan Indonesia yang didirikan di Yogyakarta pada 29 Agustus 1970 dengan tujuan meningkatkan kemajuan ilmu sejarah dan apresiasi publik terhadap sejarah Indonesia - [MEMAKNAI KEBANGKITAN NASIONAL DALAM KONTEKS KEKINIAN](https://msikepri.or.id/memaknai-kebangkitan-nasional-dalam-konteks-kekinian/): Hari Kebangkitan Nasional terkait dengan Budi Utomo. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei diambil dari tanggal lahirnya organisasi Budi Utomo. Berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908 oleh Dr Sutomo dan para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) menandai Kebangkitan Nasional Indonesia. Sejak 1908 itulah, sejarah Indonesia memasuki babak baru yaitu masa pergerakan nasional. Pergerakan nasional adalah masa bangkitnya rasa semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Lahirnya Budi Utomo menandai terjadinya perubahan bentuk perjuangan dalam mengusir penjajah, menjadi perjuangan dengan kekuatan pemikiran dan bersifat nasional. Perjuangan yang selama ini bersifat kedaerahan […] - [Selamat Idul Fitri 1444 H, Mohon Maaf Lahir Batin](https://msikepri.or.id/selamat-idul-fitri-1444-h-mohon-maaf-lahir-batin/) - [AD /ART](https://msikepri.or.id/ad-art/) - [Visi Misi](https://msikepri.or.id/visi-misi/) - [Struktur Pengurus MSI Kepri](https://msikepri.or.id/struktur-pengurus-msi-kepri/):  Pengurus Masyarakat Sejarawan Indonesia Cabang Kepulauan Riau Pelindung: Penasehat: Pengurus : Bidang-Bidang : 1.Bidang Riset dan Pengabdian 2. Bidang Seminar dan Publikasi 3. Bidang Hubungan Luar Negeri dan Antar Lembaga 4. Bidang Humas dan Multimedia 5. Bidang Pendidikan dan Pelatihan 5. Bidang Pelestarian Warisan dan Adat Budaya Bidang Advokasi Kesejarahan - [Beranda](https://msikepri.or.id/beranda/): Masyarakat Sejarawan Indonesia Kepulauan Riau Gambar Latar : “Het eiland Mars of Poelo-Penjingat / L’Ile Mars ou Poelo-Penjingat” Velde, C.W.M. van de. Lauters, P. (1846) / sumber:  KITLV Kabar & Artikel MSI Kepri Arsip Tulisan Buku Sejarah Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) adalah organisasi profesi sejarawan Indonesia yang didirikan di Yogyakarta pada 29 Agustus 1970 dengan tujuan meningkatkan kemajuan ilmu sejarah dan apresiasi publik terhadap sejarah Indonesia - [News](https://msikepri.or.id/news/) - [Laman Contoh](https://msikepri.or.id/laman-contoh/): Ini adalah laman contoh. Laman ini berbeda dari artikel blog karena akan tetap di satu tempat dan akan muncul di navigasi situs Anda (di sebagian besar tema). Kebanyakan orang memulai dengan laman “Tentang” yang bertujuan untuk mengenalkan mereka kepada pengunjung potensial situs. Biasanya berisi seperti ini: Hai yang disana! Saya seorang kurir bersepeda di siang hari, di malam hari bermimpi menjadi seorang aktor, dan ini adalah situs web saya. Saya tinggal di Los Angeles, punya anjing besar bernama Jack, dan saya suka piña minuman Colada. (Dan terjebak dalam hujan.) …atau seperti ini: Perusahaan Doohickey XYZ didirikan pada tahun 1971, dan telah […] ## Optional - [Agent (MCP protocol)](websites-agents.hostinger.com/msikepri.or.id/mcp) [comment]: # (Generated by Hostinger Tools Plugin)