
Rombongan Pertubuhan Peradaban Melayu Malaysia Kelantan (PERADABAN) melakukan lawatan ke Tanjungpinang dan Bintan, 15-18 Februari 2026. Dalam lawatan ini, para penulis Kelantan ini berkunjung ke Pulau Penyengat, kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan menggelar bincang budaya dengan budayawan Kepri.
Ketua rombongan, Azis bin Deraman mengatakan, rombongan berjumlah 52 orang dan mereka senang sekali napak tilas ke Kepulauan Riau, bunda tanah Melayu. Ia menjelaskan, PERADABAN adalah organisasi kebudayaan dan persuratan di Kelantan, Malaysia, yang aktif mempromosikan bahasa, sastera, dan warisan Melayu. Berpusat di Kota Bharu, pertubuhan ini sering mengadakan seminar, lawatan sejarah, dan kegiatan intelek untuk melelestarikan budaya Melayu.
Kedatangan rombongan disambut dalam acara bincang budaya yang digelar Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri.”Kami senang sekali dengan kedatangan praktisi budaya dan sejarah Kelantan ini. Semoga kedatangan rombongan tidak hanya bisa menikmati wisata Pulau Bintan, tetapi juga melihat wisata sejarah dan budaya Kepri,”kata Plt Kadis Kebudayaan Kepri, Herry Andrianto.
Tidak hanya bincang budaya, dalam acara jamuan Dinas Kebudayaan Kepri di Hotel Melin, Senin (16/2) malam, juga ada penampilan penyair Kelantan dan Kepri. Dari tuan rumah, penyair Kepri, Huznizar Hood membacakan sajaknya. “Kami tak hafal sejarah Kelantan. Tapi soal budaya Kelantan yang berpengaruh sampai ke sini ya makyong. Dari Thailand, Kelantan sampai ke Bintan,”ujarnya.
Budayawan Melayu Kepri, Rida K Liamsi menyebutkan, secara kesejarahan antara Kepri dan Kelantan tidak berhubungan ecara langsung, seperti halnya Kepri dengan Johor, Pahang, dan Trengganu. Namun, Kepri dan Kelantan dulunya dibawah Kesultanan Melaka. “Budaya Pelayu Kepri dan Kelantan, pastinya ada kemiripan,”kata Rida.
Acara ini juga dihadiri Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Kepri, Rida K Liamsi. Hadir juga Robby Patria dari persatuan Penulis Kepri dan sejumlah budayawan Kepri. **
