Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Kepulauan Riau menghimbau instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, media massa dan siapa saja agar menggunakan foto resmi tiga pahlawan nasional dari Provinsi Kepri, yakni Raja Haji Fisabilillah, Raja Ali Haji dan Sultan Mahmud Riayat Syah.

Hal ini untuk menghindari kesalahan fatal, seperti halnya penggunaan foto Raja Ali Haji yang banyak beredar dan banyak digunakan, seperti di media massa dan media sosial yang keliru.

“Saat pengajuan tiga pahlawan nasional itu, disertai dengan foto. Jadi kita himbau semua pihak agar menggunakan foto resmi yang sudah ada itu. Kalau memasang foto yang sumbernya asal comot, itu berbahaya. Terjadi kekeliruan sejarah. Beberapa waktu lalu, Raja Ali Haji jadi Google Doodle. Jadi pembicaraan orang namun parahnya foto yang digunakan bukan foto Raja Ali Haji ibni RajaHaji Ahmad. Tapi yang dipakai foto Raja Ali yang bergelar Tengku Selat, Ketua Ahmadi Co di Pulau Midai, “urai Penasehat MSI Cabang Kepri, Rida K Liamsi dalam diskusi pengurus MSI Cabang Kepri di Kafe Shooter, Bintan Centre, Kamis November 2022.

Ketua MSI Cabang Kepri, Anastasia Wiwik Swastiwi menyebutkan, untuk foto Sultan Mahmud Riayat Syah dan Raja Haji Fisabilillah yang berupa skesta wajah itu nyaris tidak ada perdebatan karena foto keduanya tidak ada.

Hal ini berbeda dengan Raja Ali Haji yang foto yang banyak digunakan adalah foto yang keliru. “Kita belum menemukan foto wajah asli Raja Ali Haji. Jadi kita gunakan saja sketsa foto yang digunakan saat penetapan Raja Ali Haji sebagai pahlawan nasional,”kata Wiwik.

Wiwik mengkhawatirkan, jika tidak diluruskan pemakaian foto yang sembarangan akan berdampak pada pengaburan sejarah. Ini nantinya berefek pada kesejarahan daerah ini di masa depan.
“Generasi mendatang nantinya meyakini foto-foto yang banyak beredar dan mereka lihat, itu yang benar. Makanya kita luruskan agar kekeliruan yang ada tidak berkelanjutan,”tegasnya.

Raja Ali Haji, pahlawan nasional atas kiprahnya dalam bidang kebahasaan meninggal tahun 1873 di Pulau Penyengat.
Beliau meninggal dengan meninggalkan sejumlah karya monumental yang banyak dikenal, seperti Tuhfat al Nafis, Gurindam 12, Kitab Pengetahuan Bahasa dan sejumlah karya lain. Makamnya ada di Pulau Penyengat dan jadi salahsatu tujuan utama wisata ziarah di Pulau Penyengat.

Sampai saat ini baru ada tiga pahlawan nasional dari Provinsi Kepri. Raja Haji Fisabilillah ditetapkan menjadi pahlawan nasional berdasarkan Keppres No. 972/TK/Tahun 1997, 11 Agustus 1997.

Sementara, Raja Ali Haji ditetapkan sebagai pahlawan nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 089/TK/Tahun 2004 tanggal 5 November 2004. Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi pahlawan nasional ketiga dari Kepri berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 115 TK Tahun 2017 tanggal 6 November 2017. ***

Tinggalkan Balasan