Tim Penulis : Dr. Anastasia Wiwik Swastiwi, M.A, M. Fadlillah, Dedi Arman, S.S, M.M, Nuzu Chairu Akbar, S.Pd. Editor Penyelaras: Rida K Liamsi. Penyelia : Prof Dr Susanto Zuhdi dan Dr. Mukhlis PaEni

Setiap bangsa pasti akan menuliskan sejarahnya, sebagai perwujudan dari identitas diri yang sarat dengan berbagai dinamika dalam mendirikan maupun membangun bangsa yang bersangkutan, maka sejarah nasional menjadi sangat penting. Meskipun begitu dalam perjalanan waktu kemudian disadari bahwa kecenderungan penulisan sejarah yang nasional sentris dapat mengabaikan realitas dinamika sosial yang majemuk, yang ada di masing-masing bagian wilayah Indonesia. Hal ini tentu saja sangat disayangkan, mengapa?, karena dikhawatirkan akan mengabaikan makna bagi komunitas tertentu, terutama yang menyangkut sejarah di lingkungan sekitarnya.

Dengan melakukan penulisan sejarah lokal, tidak hanya memperkaya pembendaharaan sejarah nasional, tetapi lebih penting lagi memperdalam pengetahuan tentang dinamika sosio- kultural dari masyarakat Indonesia yang majemuk ini secara lebih mendalam. Dalam hal ini sejarah lokal mempunyai peran yang strategis serta memberikan kemungkianan yang luas dalam mengembangkan penulisan sejarah nasional, meskipun tanpa dikaitkan dengan peristiwa yang terjadi dilingkup yang lebih luas. Demikian juga dengan penulisan sejarah yang berjudul Lingga dan Jejak Sejarahnya ini.    

Lingga bukanlah negeri tidak bertuan sebelum bangsa- bangsa asing dari Eropa datang ke nusantara. Sejumlah pengelana asing dari Eropa dan Arab pernah singgah ke Lingga. Ada juga yang belum pernah datang secara langsung namun hanya sampai pada daerah tetangga namun membuat catatan tentang negeri Lingga. Berbagai penamaan ditulis untuk nama Lingga. Dalam perkembangannya, Lingga memiliki peran penting dan saksi sejarah dalam perjalanan Sejarah Melayu.

Buku ini terdiri atas 7 (tujuh) bab yang mengisahkan Lingga dan jejak sejarahnya. Bab I merupakan pengantar, Bab II mengisahkan Lingga dalam fase awal sebelum era kesultanan, Bab III mengungkapkan pola kepemimpinan Sultan Riau Lingga Johor Pahang ke Kesultanan Riau Lingga, Bab IV mengisahkan Lingga sesudah masa Kesultanan hingga terbentuknya Kabupaten Lingga. Bab V mengungkapkan Penuba : Pusat Onderadeling Lingga yang terlupakan. Bab VI menceritakan kisan masa penambangan timah di Pulau Singkep dan ditutup dengan Bab VII yang berkisah tentang jejak jalur rempah di Lingga.

Tinggalkan Balasan