Tanjungpinang beruntung memiliki komunitas baru. Namanya: Kalamelayu berisi anak-anak muda yang cinta sejarah dan budaya. Mereka baru berdiri 28 Oktober 2023 lalu. Namun, aktivitasnya menarik dan kreatif.

Ada program Kalamelayu bernama Kelana. Mengunjungi situs-situs sejarah dan budaya yang tahap awal di Kota Tanjungpinang. Kelana edisi kelima, Ahad (28/1) kemarin, rutenya ke kawasan Sungai Carang di Kelurahan Kampung Bugis, Tanjungpinang.

Hal menarik dalam agenda Kelana kali ini, Kalamelayu berkolaborasi dengan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Kepulauan Riau. Ketua MSI Kepri, Dr Anastasia Wiwik Swastiwi MA dan Dedi Arman jadi guide.Kelana diawali dengam dialog sejarah. Anastasia Wiwik Swastiwi dan Dedi Arman menjelaskan peran Sungai Carang di masa lampau. Sungai Carang sebuah bandar dagang yang ramai dibuka Laksamana Johor ternama, Tun Abdul Jamil 1673. Sungai Carang mengalami pasang surut.

Hal menarik dalam Kelana ini, sekitar 20-an peserta diajak menyusuri Sungai Carang menggunakan transportasi sungai yang unik. Kafe terapung ditarik menggunakan pompong. Rombongan menyusuri sungai singgah ke Kota Rebah (Kota Lama), berputar ke arah Pelabuhan Batu 6 dan terakhir singgah di dermaga dekat makam Daeng Celak, Yang Dipertuan Muda Riau II.
“Kami dari MSI Kepri sangat senang berkolaborasi dengan anak-anak dari Kalamelayu ini,”kata Ketua MSI Kepri, Anastasia Wiwik Swastiwi. (dedi).

Tinggalkan Balasan