Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang menggelar Focus Group Discussion (FGD) buku Tanjungpinang dan Sejarahnya, Dari Sarang Meriam ke Bandar Dunia” pada Rabu (27/8) di Plaza Hotel Tanjungpinang.
Acara dibuka secara resmi oleh Asisten I Setdako Tanjungpinang, Thamrin Dahlan, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya penulisan sejarah lokal sebagai bagian dari penguatan identitas dan karakter masyarakat Tanjungpinang. FGD ini menghadirkan Ketua Tim Penulisan Buku, Rida K Liamsi, yang menjelaskan bahwa penerbitan buku Tanjungpinang dan Sejarahnya merupakan kelanjutan dari upaya mendokumentasikan sejarah lokal di Kepulauan Riau.
“Ini melengkapi. Sebelumnya Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri telah menerbitkan enam buku sejarah lokal,” ujar Rida.
Buku sejarah lokal yang diterbitkab Disbud Kepri, yakni: Kepri dan Jejak Sejarahnya, Lingga dan Jejak Sejarahnya, Bintan dan Jejak Sejarahnya, Penyengat dan Jejak Sejarahnya, Sungai Carang dan Jejak Sejarahnya, dan Hang Tuah dan Jejak Sejarahnya. Diskusi dipandu oleh Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya Disbudpar Kota Tanjungpinang, Wimmy Dharma Hidayat, yang bertindak sebagai moderator.
FGD ini turut menghadirkan para penulis buku, yakni: Prof. Dr. Abdul Malik, Anastasia Wiwik Swastiwi, Rendra Setyadiharja, Abdul Kadir Ibrahim, Raja Malik, dan Dedi Arman. Mereka masing-masing memaparkan hasil penelitiannya terkait jejak sejarah dan perkembangan Tanjungpinang dari masa ke masa.
Kegiatan FGD dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, OPD Pemerintah Kota Tanjungpinang, guru sejarah SMA/SMK se-Tanjungpinang, serta tokoh masyarakat. Hadir pula Almahfuz, Sekretaris Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang, Meitya Yulianty.
Melalui forum diskusi ini, diharapkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan dapat memperkaya substansi penulisan buku sehingga benar-benar mencerminkan perjalanan sejarah Tanjungpinang yang lengkap, otentik, dan bermanfaat bagi generasi mendatang. **

