Juramadi Esram (60) pensiun sebagai aparatur sipil negara (ASN) setelah mengabdi lebih dari 34 tahun. Jabatan terakhirnya adalah Kadis Kebudayaan Provinsi Kepri yang diembannya sekitar empat tahun. Kiprahnya dalam dunia kebudayaan Kepulauan Riau mendapat apresiasi. Anugerah Jembia Emas diberikan Yayasan Jembia Emas dalam acara malam berkalung budi di Kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri di Tanjungpinang, Jumat (19/1) malam.

Ketua MSI Kepri, Anastasia Wiwik Swastiwi memberikan cinderamata kepada Juramadi Esram

Ketua Dewan Pembina Yayasan Jembia Emas, Rida K Liamsi mengatakan, Juramadi Esram memiliki kontribusi yang besar dalam bidang sejarah dan kebudayaan Kepri. “Sudah delapan tahun kami menggelar Festival Sastra Gunung Bintan, Pak Esram selalu memberikan dukungan yang luar biasa. Kita juga sudah menulis delapan buku sejarah dan budaya, semuanya tidak terlepas dari dukungan beliau. Jejak rekamnya sebagai kadis kebudayaan itu mumpuni. Kepri meraih anugerah kebudayaan Indonesia bidang kebudayaan tahun 2024. Warisan budaya tidak benda asal Kepri semakin banyak ditetapkan,”kata Rida.

Tidak hanya Rida, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) cabang Kepri, Anastasia Wiwik Swastiwi juga memberikan pujian atas kprah Juramadi Esram. Esram tidak hanya memiliki pengabdian Panjang sebagai ASN, namun juga sudah bekerja lintas instansi. “Beliau senior saya saat bekerja dulu di Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional (BKNST) Tanjungpinang. Pak Esram pindah ke Pemko Tanjungpinang, menjadi Sekda Lingga, dan pindah ke Pemprov Kepri dengan tetap mememgang jabatan yang penting. Kehadiran MSI cabang Kepri juga atas dukungan beliau. Pak Esram salahsatu penasehat kami,”kata Wiwik.

Sejumlah tokoh juga memberikan testimoni. Ada Huzrin Hood dari Yayasan Majelis Amanah Warisan Bintan dan Robby Patria dari komunitas penulis Kepri. Sementara, Gubernur Kepri yang diwakili Plt Kadis Kebudayaan Kepri, Herry Andrianto menilai sosok Juramadi Esram sangat disegani karena memliki pengetahuan luar biasa dibidang kebudayaan. “Beliau pensiun dapat anugerah Jembia Emas, itu pengakuan yang luar biasa. Sebuah kebanggaan,”ujarnya.

Meski sederhana, acara malam berkalung budi terasa spesial karena dihadiri para budayawan Kepri. Hadir juga sejumlah tamu undangan dari Johor dan Melaka. Hal menarik Juramadi Esram tidak hanya menyapa para tetamu yang hadir, ia membaca puisi. “Sengaja saya hadir dengan pakai yang santai. Saya bukan lagi ASN. Kalau mewakili pak gubernur, biasa pakai baju formal,”kata doctor lulusan UNISULLA Semarang itu. **