Oleh : Rida K Liamsi *
Apa sesungguhnya hakekat Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu itu ?
Menurut saya, setidaknya ada 5 dasar pemikiran yang dapat dipakai sebagai sandarannya. Yaitu , Lingga negeri yang beribu kan Laut , Gunung , Madah , Kisah dan Tuah. Secara filosofis bermakna :
1. Lingga Negeri Beribu kan Laut . Artinya Lingga dan kawasan sekitarnya ini adalah dunia maritim. Inilah watak dan karakter wilayahnya. Jadi jika Lingga ingin sukses dalam pembangunannya, maka bangun lah negeri ini berdasarkan kekuatan kemaritimannya. Berdasarkan dasar pemikiran kelautan , bukan konsep pembangunan kontinental. Kekuatan inilah yang sejak dulu, sejak zaman Mojopahit , Sriwijaya dan Melaka, sudah hidup dan berkembang dan menyebabkan Lingga tersohor kemana mana.Tom Pires dalam Suma Orientalnya sudah mencatat posisi dan potensi Lingga dahulunya. Dengan seluruh kekuatan laut nya. Orang Laut, Orang Sekanak dan keunggulan mereka menaklukkan laut . Lingga adalah salah satu poros maritim Kepulauan Riau. Kekayaan hasil laut yang melimpah, hanya saja belum dieksplorasi secara maksimal. Negeri maritim yang potensi kemaritimannya di yelentarkan, akan jadi negeri miskin.
2. Lingga Negeri Beribu kan Gunung . Artinya Lingga adalah negeri yang selalu menyajikan kisah , informasi dan penunjuk arah . Lihatlah Gunung Daik sejak dulu adalah simbol kehidupan kemaritiman. Tak ada pelaut yang tak kenal, tak ada nakhoda yang tak paham. Gunung Daik sebagai panduan pelayaran , penunjuk arah , pemberi laluan , menjadi sumber dan pelindung bagi siapapun . Ini negeri yang teduh dan damai . Karena itulah dulu jika raja raja melayu diserang musuh dan dia merasa tak kuat melawan, mereka menyingkir dan berlindung di Lingga . Ingat kisah Megat Mata Merah dari Jambi, Maharaja Isap dari Indragiri . Ingat kisah Sultan Johor Abdullah Muayat Syah , ingat kisah Sultan Riau Mahmud Riayat syah. Dll. Ke Lingga mencari berkah. Bertapa dan merenung serta menyusun perlawanan baru.
3. Lingga Negeri Beribu kan Madah . Artinya Lingga ini negeri yang berteraskan kultur dan berbudaya unggul . Budaya literasi. Sikap Hidup yang terbuka, budi bahasa yang tinggi, dan negeri yang ramah. Sejak dulu sudah terjadi perbancuhan kultur . Orang melayu purba dari Kalimantan Barat , Orang Sekanak dari Palembang, Orang Laut dari Jambi , orang Melayu dari Semenanjung. Orang Orang Bangka, dan tentu orang saja Cina. Sejak dulu Lingga ini negeri pelintasan kultur, tapi seperti sebuah lemari , kultur mana pun akan lebur dan menjadi Melayu di Lingga. Inilah salah satu filosofi yang kemudian menjadi alasan Prof Yusmar Yusuf , dkk, dalam perkampungan seni di Lingga tahun 1999 mendeklarasikan Lingga sebagai Bunda Tanh Melayu. Ibu budaya, ibu sejarah. Karena itulah dari Lingga lahir seorang pahlawan nasional Indonesia, Suktan Mahmud Riayat Syah, sultan Riau Lingga ke-4, ( 1762-1812 )
4. Lingga Negeri Beribu kan Kisah . Artinya sejak dulu Lingga adalah negeri kisah dan cerita yang berperan sebagai jembatan silaturahim antar wilayah. Penghubung dan perantara perbancuhan budaya , ekonomi, sosial dan politik. Lingga penyambung silaturahim antar benua begitu kata orang tua dulu. Dari Melaka di semenanjung orang pergi ke Andalas , menyusur kepulauan Lingga. Demikian sebaliknya. Lingga negeri persinggahan. Transit dan transfer kultural. Laksamana Ceng Ho dan Marcopolo pun dikatakan pernah singgah di perairan Lingga sebelum meneruskan perjalanan ke Laut Jawa dan Ke Maluku.
5. Lingga Negeri Beribu kan Tuah . Artinya Lingga sejak dahulu adalah negeri yang menjadi benteng pertahanan budaya bangsa. Karena budaya melayu kukuh dan berakar di Lingga. Jadi meskipun dunia terbuka karena proses globalisasi tapi Lingga dengan karakter budaya dan tradisinya menjadi tempat kultur melayu itu bertahan. Tanjung tanjung yang ada di lingga adalah simbol pertahanan budaya. Tanjung sejarah yang dikenal oleh dunia pelayaran dan kekuasaan . Tanjung Nyang, Tanjung Datuk , Tanjung Sembilang, Tanjung Sebayur, Tanjung Dua dan tentu saja Tanjung Buton. Tanjung simbol tuah dan kesaktian. Mitos ? Kita hidup dari mitos ke mitos. Mitos sebagai konsep keyakinan atas satu kehendak . Cita cita. Bangsa yang tidak punya cita cita akan jadi bangsa yang malang, karena akan selalu tertindas. Tak ada kehendak untuk melawan atau bangkit. Karena tuah itulah Lingga bisa jadi pusat pemerintahan kerajaan Riau Lingga selama hampir 2 abad ( 1787-1900 ). Hanya karena keculasan Belanda lah, ibu kota kerajaan Riau Lingga ini pindah ke Penyengat, tahun 1900.
Demikian lima makna atau panca makna Bunda Tanah Melayu. Akar kultur yang terdapat dalam makna Bunda Tanah Melayu itu. Silakan kita di masa kini menafsirkan dan menerjemahkannya ke dalam kebijakan pembangunan negeri ini. Yang tidak memahami filosofi ini, berarti tidak memahami apa hakekat Bunda Tanah Melayu itu.
*) Rida K Liamsi, Tokoh masyarakat Lingga dan anggota Masyarakat Sejarawan Indonesia ( MSI ).

Hey there! I just wanted to ask if you ever have any trouble with hackers?
My last blog (wordpress) was hacked and I ended up losing
a few months of hard work due to no back up. Do you have any methods
to prevent hackers?