
Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) cabang Kepulauan Riau 2023 memiliki program masuk sekolah. Usai sosialisasi di SMA 1 Tanjungpinang dan SMA 3 Tanjungpinang bulan Februari dan Maret lalu, jajaran pengurus MSI Cabang Kepri sosialisasi di Kampus FISIP UMRAH, Rabu (5/4) kemarin.
“Kebetulan bulan puasa, anak-anak setingkat SMA lebih susah kita kondisikan waktunya. Jadi kita sengaja alihkan ke kampus,”kata Ketua MSI Cabang Kepri, Dr Anastasia Wiwik Swastiwi MA.
Dalam kegiatan ini, Wiwik dan Sekretaris MSI Cabang Kepri, Dedi Arman berbagi pengalaman tentang melakukan penelitian dengan berbagai permasalahannya. Hal ini penting bagi mahasiswa karena nantinya setiap mahasiswa sebelum menyelesaikan kuliah wajib menulis skripsi dan tulisannya diterbitkan di jurnal yang bisa diakses publik.
“Anak-anak yang hadir dalam sosialisasi ini Prodi Hubungan Internasional. Mereka tidak hanya harus mengurus bahasa asing, tapi juga idealnya memahami sejarah Indonesia, khususnya sejarah lokal daerahnya. Bagaimana mungkin bisa menulis hubungan antara negara, kalau tak memahami sejarah masing-masing negara tersebut,”ujarnya.
Sementara, Dedi lebih fokus menjelaskan, teknis penelitian. Mahasiswa sejak awal sudah menentukan tema atau topik yang kira-kira menarik perhatiannya. Dari ketertarikan pada tema tertentu, baru diselusuri kajian-kajian terdahulu.
“Jangan udah semester akhir, baru mikir topik skripsi mau yang digarap. Dijamin tamat kuliahnya bakal lama. Topik penelitian jauh-jauh hari sudah dirancang,”kata Dedi.
Sebelum penelitian, katanya mesti dibekali dengan pengetahuan yang cukup. Referensi sudah dikumpulkan sehingga saat turun lapangan tidak dalam kondisi kosong. “Judul penelitian itu mudah diubah tapi tema atau topik penelitian jangan berubah-ubah. Memakan waktu bisa-bisanya kuliahnya lama selesai,”sebutnya. **
