Program rutin Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Cabang Kepulauan Riau masuk sekolah kembali digelar, Kamis (2/2) di SMA 3 Tanjungpinang. Dalam kegiatan ini, Ketua MSI Cabang Kepri, Dr Anastasia Wiwik Swastiwi menyerahkan satu buah buku berjudul Sumatra Silang Budaya yang diterima Kepsek SMA 3 Tanjungpinang, Sri Haryati.

Ketua MSI dihadapan para pelajar dan guru memperkenalkan MSI dan program-programnya. Materi sejarah yang disampaikan adalah Kepri sebagai bagian dari benang merah sejarah Melayu. Selain itu juga dikenalkan tema-tema sejarah lokal yang bisa digali para guru dan siswa. Wiwik juga memantik semangat generasi muda agar giat menangkap peluang menulis sejarah karena lomba-lomba penulisan sejarah sudah sangat marak, baik digelar pemerintah daerah dan instansi vertikal. “MSI Kepri masuk sekolah, ini yang kedua tahun 2023. Sebelumnya sudah digelar di SMA 1 Tanjungpinang. Akhir tahun 2022 juga sudah ditaja di SMA 2 Tanjungpinang. Kita sosialisasikan program MSI. Selain itu juga mendorong agar anak-anak kita melek dengan sejarah,”kata Wiwik.

Selain Wiwik, dua pengurus MSI Cabang Kepri yang ikut hadir, Dr Raja Suzanna dan Raja Imran Hanafi MM juga memberikan materi tentang sejarah dan budaya Melayu. Dalam acara diskusi, sejumlah pertanyaan diajukan peserta. Ada pertanyaan seorang siswa terkait bagaimana membuat pantun bertema sejarah dan budaya. Selain itu ada juga pertanyaan seorang guru tentang bagaimana mengajarkan sejarah supaya tidak membosankan dan bagaimana memperoleh referensi buku2 sejarah lokal kepri. **

Ketua MSI Cabang Kepri, Dr Anastasia Wiwik Swastiwi MA, didampingi Dr Raja Suzana Fitri dan Raja Imran Hanafi bersama Kepsek SMA 3 Tanjungpinang dan pelajar. Program MSI Kepri masuk sekolah digelar, Kamis (2/2) di SMA 3 Tanjungpinang

Tinggalkan Balasan