Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) adalah organisasi profesi sejarawan Indonesia yang didirikan di Yogyakarta pada 29 Agustus 1970. Sekitar lima puluh tahun kemudian terbentuk MSI cabang Kepulauan Riau. MSI bertujuan meningkatkan kemajuan ilmu sejarah dan apresiasi publik terhadap sejarah di Indonesia termasuk Sejarah Lokal Kepulauan Riau. Sejarah Lokal Kepulauan Riau merupakan sarana pembelajaran yang efektif bagi pemahaman perubahan lingkungan sejarah dalam konteks nasional, regional dan internasional. Sebagai bagian dari kekayaan sejarah Melayu pada umumnya maka penanganan yang serius terhadap situs-situs dan warisan sejarah di Kepulauan Riau ini bukan hanya bertujuan menggali peluang-peluang ekonomis yang dikandungnya (seperti wisata sejarah), tetapi juga merupakan tangungjawab generasi kini untuk memelihara dan mewariskannya ke masa depan, dalam wujud kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyatnya. Kemakmuran dan kejayaan sebagaimana yang pernah dialami di abad ke-13 dan ke-14. Selain itu, Di tengah gemuruh globalisasi yang menghantam seluruh belahan dunia, warisan sejarah adalah bahan yang sangat berharga untuk menegaskan jatidiri, kebudayaan, dan menciptakan peradaban  yang lebih baik  di masa depan.
Bukan tanpa alasan, mempelajari sejarah dapat memberikan manfaat tersendiri. Manfaat belajar sejarah dikatakan memberikan kesempatan masyarakat untuk memahami berbagai macam hal. Mulai dari perkembangan teknologi, identitas suatu masyarakat, hingga dapat memahami masalah yang terjadi di saat ini. Menjadi sejarawan itu asik, banyak hal baru yang bisa kita dapatkan dari mempelajari dan mengajarkan sejarah, karena setiap kejadian pasti ada rincian yang begitu banyak untuk diulas secara mendalam oleh banyak sejarawan. Dari sejarah kita dapat mempelajari banyak hal untuk diterapkan di masa depan. Sejarawan melakukan penelitian tentang aktivitas manusia di masa lalu, termasuk sejarah negara, organisasi, periode waktu, bangunan, warisan budaya, peristiwa tertentu, tokoh dengan gagasan atau masalah.
Sungguh beruntung mencintai sejarah. Bukan saja sekadar sejarah sebagai sebuah disiplin akademik yang diajarkan di universitas, melainkan juga sejarah sebagai suatu prinsip etis untuk membiasakan diri berpikir dialektis (hal berbahasa dan bernalar dengan dialog sebagai cara untuk menyelidiki suatu masalah) hingga terhindar dari laku deterministik (keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan).
Semoga MSI Kepri dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan di Kepulauan Riau yang semakin banyak tantangannya. Dan melahirkan generasi-generasi baru yang mencintai sejarah.
 
 

Tinggalkan Balasan